MANADO — Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Nasrol Adil menyampaikan peringatan dini kekeringan meteorologis (PDKM) untuk periode 21 sampai 31 Oktober 2026. Peringatan itu menempatkan 12 daerah di Sulawesi Utara pada status siaga.
Daftar wilayah siaga mencakup empat kabupaten di Bolaang Mongondow Raya, empat kota, tiga kabupaten di Minahasa Raya, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sebagian daerah yang sama juga masuk kategori waspada pada periode yang sama.
Status siaga menandakan wilayah tersebut berpotensi mengalami defisit air untuk kebutuhan pertanian dan cadangan harian. Empat kabupaten dan kota di Bolaang Mongondow Raya masuk daftar hampir seluruhnya, hanya Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang berbagi status dengan kategori waspada.
Selain 12 daerah siaga, BMKG mencatat empat wilayah pada level waspada kekeringan meteorologis. Keempatnya adalah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Tiga dari empat daerah waspada juga tercantum dalam daftar siaga. Artinya, Kabupaten Minahasa Selatan menjadi satu-satunya wilayah yang hanya berstatus waspada tanpa masuk kategori siaga.
Nasrol mengimbau masyarakat mengambil langkah pencegahan secara proaktif di tengah embusan angin yang kuat. Warga dilarang membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan.
"Masyarakat diimbau mengambil langkah pencegahan secara proaktif, dilarang dilarang membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan di tengah embusan angin yang kuat," kata Nasrol di Manado, Kamis, 22 Oktober 2026.
Prediksi curah hujan yang masih berada dalam kategori rendah membuat warga dianjurkan bijak menggunakan air bersih. Tujuannya menjaga ketersediaan cadangan harian selama periode kekeringan berlangsung.
Warga yang memerlukan informasi cuaca dan iklim lebih rinci dapat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat. Peringatan dini ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan petani dalam mengatur jadwal tanam serta kebutuhan air.
BMKG merilis PDKM secara berkala per dasarian, yakni periode sepuluh harian dalam satu bulan. Status siaga pada dasarian terakhir Oktober 2026 akan diperbarui pada rilis berikutnya.