MANADO — Festival Bung Karno Manado 2026 resmi berakhir. Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang menutup langsung rangkaian acara yang digelar untuk mengenang dan menghayati kembali nilai-nilai perjuangan Presiden Pertama RI, Soekarno.
Penutupan festival ini menjadi momen refleksi bagi warga Manado. Andrei Angouw mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar mengenang, tetapi juga menghidupkan semangat Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Wali Kota: Semangat Bung Karno untuk Manado
"Kami berharap semangat dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno bisa terus menginspirasi masyarakat," ujar Andrei Angouw dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa nilai-nilai seperti nasionalisme, gotong royong, dan keberpihakan pada rakyat kecil relevan untuk diterapkan di tengah tantangan pembangunan kota saat ini.
Wakil Wali Kota Richard Sualang menambahkan, festival ini bukan sekadar seremonial tahunan. "Ini adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Kita semua punya tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata," katanya.
Rangkaian Acara yang Menyentuh Semua Kalangan
Festival Bung Karno Manado 2026 berlangsung selama beberapa hari. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari seminar kebangsaan, pameran foto perjuangan, hingga pentas seni dan budaya. Acara ini melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas seni, serta organisasi masyarakat di Manado.
Antusiasme warga terlihat dari padatnya lokasi acara di pusat kota. Banyak pengunjung yang mengaku mendapatkan perspektif baru tentang sosok Bung Karno sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
Warisan Bung Karno di Ujung Utara Sulawesi
Manado memiliki ikatan historis dengan Bung Karno. Sang proklamator pernah mengunjungi dan berpidato di kota ini, meninggalkan jejak pemikiran yang hingga kini masih dipelajari. Festival ini menjadi salah satu upaya pemkot untuk memperkuat ingatan kolektif warga terhadap sejarah bangsa.
Pemkot Manado berencana menjadikan Festival Bung Karno sebagai agenda tahunan yang terus dikembangkan. Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga wadah lahirnya gagasan-gagasan baru untuk kemajuan daerah.