BITUNG — Kepala SMAN 1 Bitung, Syane Buisang, menyebut 30 peserta pelatihan merupakan duta yang dipilih dari total 1.368 siswa di sekolah tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar jurnalistik diberikan agar para peserta bisa mendalami seluk-beluk dunia pers sejak dini.
"Kalian yang dipilih saat ini, diberikan kesempatan untuk sama-sama belajar mengenai apa dan bagaimana itu jurnalistik," tutur Syane saat membuka kegiatan.
Ia meminta peserta memanfaatkan momen pelatihan dengan maksimal, termasuk menanyakan langsung hal-hal yang belum dipahami kepada kedua narasumber yang hadir.
Materi Pers hingga Praktik Menulis Berita
Pelatihan menghadirkan dua wartawan bersertifikasi jenjang utama sekaligus Penguji Kompetensi Jurnalis, yakni Yoseph E. Ikanubun dan Julkifli Madina. Materi pertama tentang pengantar pers dan jurnalistik dibawakan Ikanubun, mencakup pengertian pers, sejarah perkembangan pers di dunia dan Indonesia, fungsi pers, serta media massa dan wartawan.
"Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," ujar kontributor Liputan6.com wilayah Sulut ini.
Ikanubun juga memaparkan kerja jurnalistik yang mencakup 6M: mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi. Menurutnya, pekerjaan itu dilakoni jurnalis untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi.
"Dalam menjalankan tugas jurnalistik ini, wartawan dilindungi UU Nomor 40 tentang Pers, dan wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik," tutur Ikanubun yang juga Ahli Pers Dewan Pers ini.
Keterampilan Jurnalistik Dibutuhkan di Berbagai Profesi
Pengetahuan dan keterampilan jurnalistik, kata Ikanubun, tidak hanya dibutuhkan seorang jurnalis. Berbagai profesi lain seperti kehumasan, Dinas Penerangan TNI, Humas Polri, hingga instansi pemerintah dan swasta juga memerlukan kemampuan tersebut.
"Jadi pengetahuan dan ketrampilan dasar terkait jurnalistik ini tidak hanya dibutuhkan saat Anda menjadi jurnalis, tetapi juga di bidang pekerjaan dan profesi yang lain," ujarnya.
Dua materi berikutnya dipaparkan Julkifli Madina, yakni Teknik Reportase dan Wawancara serta Teknik Penulisan Berita. Ia menjelaskan wawancara merupakan bagian dari reportase dan termasuk dalam kerja jurnalistik 6M.
Julkifli kemudian menguraikan pengertian, jenis, nilai, unsur, dan struktur berita sebagai sebuah karya jurnalistik.
Praktik Menulis dan Presentasi Hasil Karya Siswa
Pada sesi terakhir, para siswa diberi kesempatan praktik menulis berita dan mempresentasikan hasil penulisan mereka. Julkifli menilai hasil karya para peserta sudah baik.
"Saya menilai, hasil penulisan berita yang dibuat para siswa ini sudah baik. Ke depan terus tingkatkan kemampuan menganalisa, menulis, untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik," tutur Julkifli.
Syane berharap pelatihan ini berdampak pada peningkatan kompetensi peserta didik dan satuan pendidikan. Karena peserta hanya 30 orang, ia meminta mereka berbagi materi kepada teman-teman di organisasi masing-masing.
"Jadi berbagi tidak harus secara keseluruhan kepada 1.300 sekian siswa, tetapi berdampak dulu kepada teman-teman di organisasi kalian," tuturnya.