SULAWESI UTARA — Kenaikan harga BBM mendorong penjualan motor listrik Polytron tumbuh sekitar 50 persen pada semester I 2026, angka tertinggi sejak perusahaan masuk segmen ini. Fox 350 jadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 90 persen, ditawarkan lewat skema sewa baterai Rp 17 juta atau beli baterai Rp 29 juta.
Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly menyebut peralihan konsumen ke motor listrik tahun ini dipicu salah satunya oleh kenaikan harga BBM. Ia membandingkan langsung biaya operasional Fox 350 dengan motor bermesin pembakaran internal untuk pemakaian harian.
Hitung-hitungan Penghematan Fox 350 Versi Polytron
Ilman mencontohkan pemakaian Fox 350 sejauh 100 kilometer per hari selama Senin sampai Jumat. Menurut hitungannya, selisih biaya operasional dibanding motor bensin dalam setahun bisa setara dengan harga motor itu sendiri.
"Kalau hitung-hitungan kan pakai Fox 350 selama satu tahun, kalau secara perjalanan sehari 100 Km dipakai Senin-Jumat, itu bisa terbeli lagi motornya, dibandingkan pakai ICE. Dan tahun ini BBM naik, itu juga pengaruh. Membuat konsumen beralih," ujar Ilman di Jakarta.
Klaim ini perlu dicatat sebagai pernyataan pihak Polytron, bukan hasil uji independen. Besaran penghematan riil tetap bergantung pada tarif listrik rumah, pola pengisian daya, dan rute harian masing-masing pengguna.
Penjualan Semester I 2026 Sentuh Rekor Baru
Pertumbuhan penjualan motor listrik Polytron tercatat sekitar 50 persen pada semester I 2026. Angka ini disebut yang tertinggi sepanjang perusahaan menjual motor listrik, meski pabrikan harus menanggung subsidi secara mandiri.
"Pertumbuhan tahun ini sudah di angka 50-an persen. Tahun ini penjualan motor listrik ditargetkan 40.000 unit. Sementara total populasi sudah 70.000 unit. Ya sepanjang kami menjual motor listrik, penjualan tahun ini yang paling besar," ujar Ilman di Jakarta, Sabtu (19/9).
Sebagai pembanding, penjualan sepanjang 2025 diperkirakan sekitar 33.000 unit. Dengan target 40.000 unit tahun ini, Polytron membidik kenaikan sekitar 21 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya.
Fox 350 Kuasai Lebih dari 90 Persen Penjualan
Fox 350 menjadi penyumbang terbesar penjualan motor listrik Polytron dengan kontribusi di atas 90 persen. Pilihan skema pembeliannya cukup fleksibel, yakni sewa baterai seharga Rp 17 juta atau pembelian baterai Rp 29 juta.
Menurut Ilman, faktor kenyamanan dan harga yang pas di kantong jadi pendorong utama, bukan semata insentif atau subsidi pemerintah.
"Kan orang beli enggak tentu butuh subsidi, karena barangnya bagus, produknya bisa diterima, jadi karena Fox 350 ini bisa diterima saja. Banyak orang yang senang, pas, cocok, nyaman, affordable, bisa bikin hemat," katanya.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ikut Berburu Motor Listrik
Angka pertumbuhan 50 persen dan target 40.000 unit terdengar meyakinkan, tapi ada beberapa hal yang belum dibahas dalam klaim tersebut. Polytron tidak menyebut berapa besar subsidi mandiri yang dikucurkan per unit, sehingga margin keuntungan dari lini EV belum bisa dinilai dari luar.
- Skema sewa baterai Rp 17 juta berarti konsumen tidak memiliki baterai, hanya menyewa — perlu dicek biaya sewa bulanan dan syarat kontraknya.
- Klaim "motor terbeli lagi dalam setahun" bergantung pada asumsi tarif listrik dan harga BBM yang stabil, belum tentu berlaku di semua daerah.
- Jaringan bengkel resmi dan ketersediaan suku cadang EV Polytron di luar kota besar masih jadi pertanyaan yang jarang dibahas.
- Total populasi 70.000 unit memang besar, tapi belum ada data resmi soal tingkat kepuasan atau keluhan pengguna jangka panjang.
Kesimpulan
Lonjakan 50 persen di semester I 2026 menunjukkan motor listrik Polytron mulai diterima pasar, terutama lewat Fox 350 yang menyumbang lebih dari 90 persen penjualan. Faktor harga dan kenyamanan disebut lebih berpengaruh dibanding insentif, meski subsidi mandiri dari pabrikan tetap jadi bagian dari strategi.
Bagi calon pembeli, angka penghematan yang diklaim perlu diuji sendiri sesuai pola pemakaian. Skema sewa baterai Rp 17 juta bisa jadi lebih murah di awal, tapi hitung dulu total biaya kepemilikan jangka panjangnya sebelum memutuskan.