SULAWESI UTARA — Sutradara Wregas Bhanuteja mengumumkan proyek film terbarunya, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, yang diadaptasi dari buku nonfiksi karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ. Pengumuman disampaikan lewat unggahan bersama di media sosial dengan gambar spons cuci piring berbusa bertuliskan "tayang 2027". Film ini menandai kolaborasi pertama Wregas dengan Andreas, yang bukunya pertama terbit pada Desember 2023.
Unggahan tersebut tidak memuat poster atau pengumuman resmi. Hanya ada gambar spons cuci piring berbusa dengan tulisan "tayang 2027" di bagian tengah. Wregas memperkuat kode lewat deretan emoji: kamera film, clapperboard, spons, piring, dan shower.
Buku yang Lahir dari Pengalaman Personal Seorang Psikiater
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring pertama kali terbit pada Desember 2023. Buku ini ditulis Andreas berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai psikiater sekaligus orang tua.
Andreas menghadapi kepergian ayahnya dan juga anaknya yang berusia sekitar satu tahun. Anaknya lahir dengan Moebius syndrome dan meninggal setelah lahir. Dari situ ia menyoroti bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi duka.
Salah satu analogi yang ia pakai adalah mencuci piring. Aktivitas itu sering dianggap tidak menyenangkan atau bahkan dihindari. Namun, mencuci piring tetap harus dilakukan dan melewati beberapa tahap sampai piring benar-benar bersih.
Bukan Panduan Cepat Melupakan Duka
Buku ini tidak mengajarkan cara melalui kesedihan, kehilangan, dan duka dengan cepat. Andreas justru menekankan proses perlahan dengan memberi ruang untuk sakit hingga akhirnya bisa berdamai dengan situasi.
Pendekatan itu yang membuat buku ini berbeda dari kebanyakan buku self-help tentang duka. Andreas tidak menawarkan solusi instan, melainkan refleksi dari pengalaman nyata seorang psikiater yang juga pernah kehilangan.
Jejak Wregas Bhanuteja di Industri Film Indonesia
Wregas Bhanuteja bukan nama baru di perfilman Indonesia. Ia merupakan sutradara sekaligus penulis naskah yang sebelumnya menggarap Penyalin Cahaya, Budi Pekerti, dan Para Perasuk yang tayang 2026.
Pada 2016, Wregas menjadi sutradara Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan di Semaine de la Critique, Cannes Film Festival, lewat film pendeknya yang berjudul Prenjak. Pencapaian itu membuka jalan bagi kariernya di industri film nasional.
Belum Ada Informasi Pemeran dan Detail Produksi
Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai proyek Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring. Belum diketahui siapa artis yang akan melakoni kisah tersebut.
Yang pasti, film ini direncanakan tayang pada 2027. Pengumuman resmi soal pemeran dan jadwal produksi diperkirakan menyusul dalam beberapa waktu ke depan.
Adaptasi buku nonfiksi tentang duka menjadi film layar lebar masih jarang di Indonesia. Langkah Wregas ini menambah variasi genre di pasar film nasional yang selama ini didominasi horor dan komedi.