Pencarian

Toyota Siap Produksi 400 Ribu Mobil EREV Mulai 2027, Incar Pasar China

Rabu, 23 September 2026 • 19:30:31 WIB
Toyota Siap Produksi 400 Ribu Mobil EREV Mulai 2027, Incar Pasar China
Toyota menargetkan produksi 400 ribu unit mobil EREV per tahun mulai 2028 dengan produksi perdana pada April 2027.

SULAWESI UTARA — Toyota menargetkan produksi 400 ribu unit mobil EREV (Range-Extender EV) per tahun pada 2028, dengan produksi perdana dimulai April 2027. Teknologi ini menempatkan Toyota mengikuti jejak pabrikan China yang lebih dulu menggarap segmen kendaraan listrik berjarak tempuh jauh. Model EREV Toyota dipastikan tidak akan dijual global, melainkan difokuskan untuk pasar China.

Laporan Nikkei Asia mengungkap rencana Toyota memproduksi mobil berbasis EREV secara massal. Produksi tahap awal ditargetkan mencapai 200 ribu unit pada 2027, sebelum naik dua kali lipat menjadi 400 ribu unit setahun kemudian. Hingga kini Toyota belum mengumumkan nama model yang akan memakai teknologi tersebut.

Beda EREV dengan Hybrid dan PHEV Toyota

EREV adalah mobil listrik murni yang mengandalkan motor elektrik sebagai penggerak utama. Mesin bensinnya tidak terhubung ke roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat daya menipis. Konfigurasi ini berbeda dari hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) yang sudah lebih dulu ada di lini produk Toyota.

Karena punya tangki bensin sebagai sumber cadangan energi, mobil EREV tidak terlalu bergantung pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Jarak tempuhnya diklaim bisa menembus 1.000 km dalam kondisi pengujian.

Permintaan EREV di China Tengah Naik

Pasar China menjadi alasan utama di balik arah strategi ini. Teknologi EREV dipromosikan sebagai jembatan bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke EV murni, terutama di wilayah dengan infrastruktur pengisian yang belum merata. Pabrikan lokal seperti Li Auto dan Aion sudah lebih dulu mempopulerkan kategori ini.

Posisi Toyota di segmen kendaraan listrik memang tertinggal dibanding sejumlah pesaing. Toyota lebih dikenal lewat teknologi hybrid, sementara di ranah EV murni, pabrikan asal Jepang itu baru memperkenalkan beberapa model dengan volume penjualan terbatas.

Kandidat Kuat: bZ3X

Toyota belum memastikan apakah EREV akan dibangun sebagai model baru atau disematkan ke model yang sudah ada. Namun bZ3X disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Alasannya, model kembaran bZ3X di jajaran GAC Aion, yakni Aion V, sudah menawarkan opsi EREV dengan mesin 1.5 liter.

Jika benar, bZ3X EREV akan menjadi model pertama Toyota yang mengadopsi teknologi ini di pasar China. Toyota belum memberi keterangan resmi soal spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncurannya.

Dampak ke Pasar Indonesia

Karena dipastikan tidak dipasarkan secara global, konsumen Indonesia kemungkinan besar belum bisa membeli model EREV Toyota dalam waktu dekat. Namun keputusan Toyota menggarap EREV bisa menjadi sinyal arah teknologi yang bakal diadopsi di kawasan lain jika permintaan pasar China terbukti kuat.

Di Indonesia sendiri, teknologi elektrifikasi Toyota masih bertumpu pada hybrid dan PHEV. Belum ada indikasi ATPM Toyota Indonesia akan menghadirkan lini EREV dalam waktu dekat.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks