MINAHASA — Capt. Remly Kandoli menerima tugas sebagai Ketua Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan Sulawesi Utara. Pelantikan berlangsung di Walene Tou Tondano, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/9/2026).
Penunjukan ini merupakan langkah DPD PDIP Sulut memperkuat organisasi partai dalam gerak perjuangan bersama rakyat. Fokus utamanya adalah menggalang kebersamaan dalam mitigasi bencana di wilayah Sulawesi Utara.
Susunan Pengurus Badan Penanggulangan Bencana PDIP Sulut
Selain Remly, DPD PDIP Sulut menunjuk dua nama lain untuk melengkapi kepengurusan badan tersebut. Yepta ditunjuk sebagai Sekretaris, sementara Irene Golda Pinotoan menjabat Bendahara.
Ketiganya akan menjadi garda terdepan dalam setiap proses mitigasi jika terjadi bencana alam di wilayah Sulawesi Utara. Struktur ini dibentuk untuk memastikan respons partai berjalan cepat dan terkoordinasi.
Komitmen Remly Kandoli untuk Masyarakat Sulut
Remly menyatakan kesiapan pengurus menjalankan tanggung jawab yang diberikan partai. Fokusnya adalah kemaslahatan seluruh masyarakat Sulawesi Utara dan PDI Perjuangan.
"Kami sebagai pengurus akan berusaha melaksanakan tanggungjawab ini untuk kemaslahatan seluruh masyarakat Sulut dan untuk PDI Perjuangan," ujar Capt. Remly usai dilantik.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh kader di semua tingkatan. Menurutnya, gotong royong menjadi kunci utama saat bencana alam terjadi.
Mitigasi Bencana sebagai Prioritas Berkelanjutan
Remly menegaskan kepengurusan badan ini akan bekerja secara berkesinambungan. Pihaknya berkomitmen mewujudkan apa yang didambakan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
"Untuk tugas kami akan terus secara berkesinambungan dalam mewujudkan apa yang didambakan seluruh masyarakat Sulawesi Utara," tegas Capt. Remli.
Dengan struktur baru ini, PDIP Sulut berharap dapat hadir lebih aktif membantu warga di daerah rawan bencana. Pengurus dan kader di semua tingkatan diminta siap bergerak saat dibutuhkan.