Pencarian

Penyebab Mobil Listrik Terbakar di Indonesia, dari Korsleting 12 Volt hingga Thermal Runaway

Selasa, 29 September 2026 • 14:17:01 WIB
Penyebab Mobil Listrik Terbakar di Indonesia, dari Korsleting 12 Volt hingga Thermal Runaway
BYD Seal terbakar di gerbang tol Cikampek pada Juli 2026 dengan api yang menghanguskan kendaraan.

SULAWESI UTARA — Dua insiden kebakaran mobil listrik terjadi dalam dua bulan terakhir di Indonesia, menimpa BYD Seal di gerbang tol Cikampek pada Juli 2026 dan Hyundai Ioniq 6 di Slipi pada pertengahan September. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menyebut korsleting tegangan rendah 12 volt akibat modifikasi aksesoris jadi pemicu paling umum, bukan thermal runaway baterai. Hingga kini belum ada satu pun kasus kebakaran mobil listrik di dalam negeri yang terbukti akibat thermal runaway.

Dua kejadian itu menambah daftar insiden kebakaran kendaraan listrik yang tercatat di Indonesia. BYD Seal terbakar di gerbang tol Cikampek dengan api membumbung tinggi hingga menghanguskan mobil. Sampai sekarang, BYD masih menelusuri penyebab pasti kebakaran tersebut.

Kasus berbeda menimpa Hyundai Ioniq 6 di kawasan Slipi. Mobil awalnya melaju di Jalan Letjen S Parman sebelum pengemudi kehilangan kendali dan menabrak separator busway. Dugaan sementara, kendaraan terbakar setelah benturan itu memicu korsleting.

Korsleting 12 Volt Jadi Pemicu Paling Sering

Wakil Ketua Riset dan Pengembangan Periklindo Prabowo Kartoleksono menyebut modifikasi aksesoris pada sistem kelistrikan tegangan rendah sebagai penyebab yang paling banyak ditemui. Temuan itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di DPR.

"Kebanyakan yang terjadi sepanjang sepengetahuan saya itu lebih karena kebakaran karena low voltage short. Jadi listrik 12 volt itu dia tambahin aksesoris atau apapun dia melakukan perubahan," ucap Prabowo.

Sistem 12 volt pada mobil listrik mengatur fungsi di luar penggerak utama, mulai dari lampu, audio, hingga modul elektronik. Penambahan aksesori aftermarket tanpa perhitungan beban bisa membuat kabel dan konektor panas berlebih. Dari situ percikan api muncul dan menjalar ke material yang mudah terbakar di sekitar jalur kabel.

Thermal Runaway: Penyebab yang Sering Ditakuti, Belum Terbukti di Indonesia

Istilah thermal runaway lebih dulu populer di pemberitaan global soal kebakaran baterai litium. Kondisi ini terjadi ketika satu sel baterai terbakar lalu menyambar sel di sebelahnya secara berantai. Suhu tinggi memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas lebih besar lagi, sehingga api sulit dipadamkan.

Prabowo memastikan belum ada kasus kebakaran mobil listrik di Indonesia yang masuk kategori itu. Ia mencontohkan insiden Wuling yang sempat ramai diperbincangkan. "Biasanya kasusnya waktu itu Wuling itu yang terbakar bukan mobilnya, tapi yang terbakar chargernya tapi kalau sampai ada mobil terbakar itu istilahnya adalah thermal runaway. Nah sampai saat ini belum ada yang kasus thermal runaway," jelasnya.

Pernyataan itu memisahkan dua hal yang sering dianggap sama oleh awam: kebakaran komponen pengisian daya dan kebakaran sel baterai pada kendaraan. Keduanya punya karakter, penyebab, dan tingkat risiko yang berbeda.

Modifikasi Kelistrikan dan Risiko yang Sering Diabaikan Pemilik

Praktik menambah aksesori menjadi titik rawan yang berulang disebut dalam sejumlah insiden. Pemilik kerap memasang perangkat tambahan seperti dashcam, lampu kabin, audio, atau alarm dengan jalur kabel yang tidak sesuai standar. Kabel berukuran terlalu kecil untuk arus yang mengalir akan cepat panas.

Sambungan kabel yang tidak rapat memperbesar hambatan listrik dan memicu percikan. Pada mobil listrik, ruang mesin dan kabin dipenuhi material peredam suara serta pelapis yang mudah terbakar begitu tersulut api kecil. Karena itu, satu percikan di jalur 12 volt bisa berkembang cepat sebelum pemilik menyadarinya.

Penggunaan sekring tambahan dengan rating tidak sesuai juga menghilangkan fungsi pengaman. Sekring seharusnya putus lebih dulu ketika arus berlebih, tetapi rating yang salah membuat arus tetap mengalir sampai kabel meleleh.

Yang Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Listrik

Beberapa langkah sederhana bisa menekan risiko kebakaran pada sistem kelistrikan tegangan rendah. Periksa jalur kabel setelah pemasangan aksesori baru, dan pastikan ukuran kabel serta sekring sesuai beban perangkat.

Hindari menyambung kabel secara paralel tanpa perhitungan, terutama untuk perangkat berdaya besar. Lakukan pemeriksaan berkala pada konektor dan terminal baterai 12 volt, karena korosi di titik sambungan juga menambah hambatan.

Untuk pengisian daya, gunakan charger dan instalasi yang sesuai spesifikasi kendaraan. Prabowo menyoroti bahwa insiden Wuling lebih dulu terjadi pada unit charger, bukan pada mobilnya, sehingga perhatian pada perangkat pengisian sama pentingnya dengan perawatan kendaraan itu sendiri.

Dua kasus terbaru masih dalam penelusuran, termasuk BYD Seal yang hingga kini belum diumumkan penyebab pastinya. Sementara untuk Hyundai Ioniq 6, dugaan awal mengarah pada benturan yang memicu korsleting, bukan kegagalan sel baterai.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Mobil listrik?
pa saja yang terbakar di Indonesia baru-baru ini? A: BYD Seal terbakar di gerbang tol Cikampek pada Juli 2026 dan Hyundai Ioniq 6 terbakar di Slipi pada pertengahan September.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks