Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara memperkuat kepastian hukum dan keseragaman penanganan perkara melalui rapat konsolidasi teknis bidang tindak pidana umum di Manado. Pelaksana Tugas Kepala Kejati Sulut Feri Tas menyatakan rapat itu menjadi wadah menyamakan persepsi dan pemahaman pelaksanaan tugas antar-Kejati dan Kejari se-Sulawesi Utara. Kegiatan berlangsung dalam empat sesi dengan menghadirkan pemateri internal Kejati serta Kepala Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno.
MANADO — Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Feri Tas menegaskan kepastian hukum dan keseragaman penanganan perkara harus menjadi pedoman setiap insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Penekanan itu disampaikan Feri saat membuka rapat konsolidasi teknis bidang tindak pidana umum di Manado. Menurut dia, penanganan perkara mesti dilakukan secara profesional, konsisten, dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prinsip keadilan, kemanfaatan, dan akuntabilitas tetap harus diperhatikan dalam setiap tahapan. "Kepastian hukum dan keseragaman penanganan perkara menjadi landasan penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan," kata Feri.
Menyamakan Persepsi Antar-Kejati dan Kejari
Rapat konsolidasi teknis digelar sebagai wadah menyamakan persepsi dan pemahaman pelaksanaan tugas bidang tindak pidana umum. Forum ini sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi antara Kejati dan Kejari di seluruh Sulawesi Utara.
Feri berharap kegiatan tersebut menghasilkan pola penanganan perkara yang lebih terarah. Kualitas koordinasi antarinstansi juga diharapkan meningkat, begitu pula optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi bidang tindak pidana umum.
"Melalui rapat konsolidasi teknis ini diharapkan terwujud kesamaan pemahaman dan pola penanganan perkara yang lebih terarah, peningkatan kualitas koordinasi, serta optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi bidang tindak pidana umum," ujarnya.
Empat Sesi dengan Pemateri Internal dan Pengadilan Tinggi
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut Irvan Bilaleya menjelaskan rapat dilaksanakan dalam empat sesi. Pemateri berasal dari unsur internal Kejati Sulut, mulai dari Asisten Pengawasan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Asisten Tindak Pidana Umum, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, hingga Asisten Pidana Militer.
Materi juga disampaikan Kepala Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno. Cakupan bahasannya meliputi aspek teknis dan yuridis pelaksanaan tugas penegakan hukum, pengawasan, serta koordinasi antarlembaga.
Dalam pemaparan materi dan diskusi interaktif, peserta bertukar pengalaman dan mengidentifikasi kendala penanganan perkara. Mereka merumuskan langkah penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen Penegakan Hukum Transparan dan Akuntabel
Keterlibatan berbagai bidang di lingkungan Kejati Sulut dan unsur peradilan dinilai memperluas sudut pandang peserta. Peserta diajak memahami proses penegakan hukum secara menyeluruh, termasuk pentingnya keselarasan penerapan hukum.
Feri menegaskan jajaran kejaksaan di Sulawesi Utara berkomitmen meningkatkan kualitas penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan konsisten. Komitmen itu diarahkan untuk memberikan kepastian hukum serta menjunjung keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.