Sebanyak 12 personel Polda Sulawesi Utara terpilih mengikuti misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afrika Tengah, bergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit 8 MINUSCA. Ke-12 personel tersebut dijadwalkan berangkat pada 10 Oktober 2026 bersama 140 anggota Polri lainnya. Pelepasan kontingen digelar melalui upacara di Rupattama Mabes Polri yang dipimpin Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Untung Widyatmoko.
MANADO — Ke-12 personel Polda Sulut yang terpilih berasal dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Ditres PPA dan PPO, Polresta Manado, Satbrimob, Biro Ops, serta Biddokkes Polda Sulut. Mereka akan bertugas di bawah naungan PBB mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Peter Gosal menyatakan keikutsertaan personel dalam misi internasional menjadi bagian dari penugasan anggota Polri.
"Keikutsertaan 12 personel Polda Sulut dalam misi internasional ini merupakan bagian dari penugasan anggota Polri mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia di bawah naungan PBB," kata Gosal di Manado, Kamis.
Satuan Kerja Asal Personel yang Dikirim
Sebanyak 12 personel yang lolos seleksi mewakili beragam fungsi kepolisian. Ditres PPA dan PPO menyumbang personel untuk penanganan perlindungan perempuan dan anak, sementara Satbrimob mengirim anggota dengan kemampuan pengendalian massa.
Polresta Manado, Biro Ops, dan Biddokkes melengkapi komposisi kontingen. Biddokkes berperan pada aspek kesehatan personel selama penugasan di Afrika Tengah.
Kehormatan Sekaligus Amanah
Gosal menyebut penugasan ini sebagai kehormatan sekaligus amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi ajang bagi personel Polri menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan kemampuan di tingkat internasional.
"Kami berharap 12 personel Polda Sulut yang terpilih dapat melaksanakan tugas dengan baik dan membawa nama baik institusi Polri serta bangsa Indonesia," ujarnya.
Polda Sulut juga berharap para personel menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta membangun kerja sama yang baik dengan personel internasional lainnya.
Kesiapan Fisik dan Mental Jadi Faktor Penentu
Kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme disebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan misi perdamaian. Personel yang bertugas di daerah konflik dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan operasi yang berbeda dari tugas rutin di wilayah hukum Polda Sulut.
Ke-140 personel Polri yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas FPU 8 MINUSCA dijadwalkan berangkat serentak ke Afrika Tengah pada 10 Oktober 2026. Pelepasan dilakukan melalui upacara di Rupattama Mabes Polri.
Polda Sulut berharap seluruh personel yang mendapat penugasan dapat menjalankan misi dengan lancar, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan tugas dengan baik.