Pencarian

22 Negara Hadir di World Coconut Day 2026 Manado, Bupati Minahasa Utara Sebut Energi Baru bagi Petani Kelapa

Kamis, 08 Oktober 2026 • 16:46:31 WIB
22 Negara Hadir di World Coconut Day 2026 Manado, Bupati Minahasa Utara Sebut Energi Baru bagi Petani Kelapa
Delegasi dari 22 negara menghadiri World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

MANADO — Kehadiran delegasi dari 22 negara dalam World Coconut Day 2026 di Manado membuka ruang lebih besar bagi Sulawesi Utara memperkenalkan potensi kelapa daerah kepada dunia. Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyebut forum itu memperlihatkan pengembangan kelapa tidak lagi sebatas agenda daerah maupun nasional.

Menurut Joune, kelapa memiliki manfaat luas, mulai dari mendukung ketahanan pangan hingga membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai produk turunannya. Sejumlah produk turunan kelapa dinilai berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi baru terbarukan.

Mengapa World Coconut Day 2026 Penting bagi Sulawesi Utara

Sulawesi Utara menjadi salah satu sentra produksi kelapa di Indonesia. Posisi itu membuat peringatan World Coconut Day 2026 dinilai punya arti penting bagi daerah, terutama karena mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.

"Ini sangat luar biasa, khususnya buat Sulawesi Utara. Kami sangat mengapresiasi karena bisa menghadirkan 22 negara dan beberapa peserta lainnya untuk melaksanakan kegiatan ini di Sulawesi Utara," ujar Joune.

Forum tersebut juga dinilai memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penting dalam pengembangan komoditas kelapa nasional.

Minahasa Utara Andalkan Pabrik Hilirisasi Kelapa

Bagi Minahasa Utara, momentum ini menjadi peluang memperkuat pengembangan kelapa. Daerah tersebut merupakan produsen kelapa terbesar kedua di Sulawesi Utara setelah Minahasa Selatan.

"Bagi Kabupaten Minahasa Utara ini juga merupakan suatu angin segar. Kita memiliki beberapa pabrik hilirisasi kelapa dan kita juga merupakan produsen nomor dua setelah Minahasa Selatan di Sulawesi Utara," ujarnya.

Joune menyebut daerahnya tidak hanya memiliki areal produksi, tetapi juga mulai mengembangkan industri pengolahan kelapa. Kondisi itu menjadi modal agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan kelapa sebagai bahan mentah.

Peremajaan hingga Bibit Unggul Jadi Arah Kebijakan Pusat

Joune menilai pesan Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam World Coconut Day memberikan gambaran arah kebijakan pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa. Perhatian itu mencakup peremajaan tanaman, pengembangan bibit unggul, hingga penguatan industri hilir.

Kebijakan tersebut dinilai penting bagi daerah seperti Minahasa Utara yang memiliki basis petani kelapa cukup besar.

"Ini menjadi penyemangat juga bagi para petani kelapa kita, bahwa perhatian dunia dan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa ini sangat penting," jelasnya.

Menurut Joune, pemerintah pusat telah menunjukkan keseriusan mengembangkan kelapa secara lebih terintegrasi. Mulai dari peremajaan tanaman, pengembangan kualitas bibit unggul, hingga berbagai produk turunan kelapa dinilai akan menentukan masa depan komoditas tersebut.

"Dalam penyampaian Menko Pangan tadi, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa pemerintah pusat akan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tanaman kelapa ini, termasuk bagaimana proses peremajaan, kualitas-kualitas unggulnya dan komoditas turunannya," kata Joune.

Harapan agar Momentum Tidak Berhenti di Pertemuan

Dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan pasar internasional, Joune berharap mata rantai ekonomi kelapa semakin panjang dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Agenda hilirisasi disebutnya sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi kelapa.

Joune berharap momentum internasional tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam bentuk penguatan kerja sama, teknologi, pembibitan, peremajaan, dan hilirisasi kelapa.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritamanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks