Pencarian

Harga BBM Pertamina 15 Oktober 2026 di Pulau Jawa: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950

Kamis, 15 Oktober 2026 • 13:50:01 WIB
Harga BBM Pertamina 15 Oktober 2026 di Pulau Jawa: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950
Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa tidak berubah pada 15 Oktober 2026.

SULAWESI UTARA — Harga BBM Pertamina untuk wilayah Pulau Jawa pada 15 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter. Tarif ini bertahan sejak penyesuaian terakhir 2 September 2026 dan berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex juga masih mengikuti ketentuan masing-masing wilayah.

PT Pertamina (Persero) belum mengubah daftar harga bahan bakar minyak untuk wilayah Pulau Jawa pada periode 15 Oktober 2026. Keputusan ini melanjutkan tarif yang sudah berjalan sejak penyesuaian terakhir pada 2 September 2026, tanpa ada pengumuman resmi soal kenaikan maupun penurunan.

Stabilitas harga ini berlaku merata di tujuh provinsi: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pembeli di SPBU Pertamina di kawasan tersebut masih melihat angka yang sama seperti bulan lalu.

Rincian Harga Pertalite dan Biosolar Subsidi

Dua jenis BBM bersubsidi tetap dibanderol dengan harga yang tidak bergerak dari ketetapan sebelumnya. Rinciannya per liter sebagai berikut:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000
  • Biosolar Subsidi (CN 48): Rp6.800

Harga Pertalite Rp10.000 per liter sudah bertahan cukup lama, menandakan pemerintah belum mengubah kebijakan subsidi energi untuk kendaraan bermotor roda dua dan roda empat di kawasan Jawa. Biosolar subsidi Rp6.800 per liter juga masih menjadi acuan bagi kendaraan diesel bersubsidi.

Pertamax dan BBM Nonsubsidi Ikut Stabil

Pertamax dengan oktan RON 92 masih dijual Rp15.950 per liter di wilayah Pulau Jawa. Angka ini sama seperti periode sebelumnya dan menjadi patokan bagi pengguna kendaraan dengan rasio kompresi menengah hingga tinggi.

Selain Pertamax, Pertamina juga mempertahankan harga untuk produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga masing-masing produk tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku di tiap wilayah, sehingga bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.

Apa Artinya bagi Konsumen di Jawa

Ketiadaan perubahan harga membuat biaya operasional kendaraan harian tidak berubah. Pengendara motor yang mengandalkan Pertalite, misalnya, masih bisa mengisi tangki dengan perhitungan yang sama seperti sebulan terakhir.

Bagi pemilik mobil diesel, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter tetap menjadi opsi termurah. Sementara pengguna Pertamax perlu menyiapkan Rp15.950 untuk setiap liter bila ingin mempertahankan performa mesin dengan oktan lebih tinggi.

Perlu dicatat bahwa harga di luar Pulau Jawa bisa berbeda karena Pertamina menerapkan skema tarif per wilayah yang mempertimbangkan biaya distribusi dan kebijakan pemerintah daerah setempat. Konsumen di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia timur sebaiknya mengecek daftar harga terbaru di kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina sebelum mengisi bahan bakar.

Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 15 Oktober 2026 dipastikan masih sama seperti periode 2 September 2026. Tidak ada indikasi perubahan dalam waktu dekat berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks