TOMOHON — Kepala LPKA Kelas II Tomohon, Novian Endus Santoso, menyebut capaian sertifikat ini sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran dalam menjaga standar kualitas hidup anak binaan. Menurutnya, kesehatan fisik menjadi fondasi utama agar anak binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dan pendidikan dengan optimal.
"Sertifikat Laik Higienis Sanitasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk jaminan bahwa makanan yang disajikan untuk para anak binaan dipastikan bersih, sehat, dan aman dikonsumsi," ujar Novian dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Apa Itu Sertifikat Laik Higienis Sanitasi dan Mengapa Penting bagi LPKA?
Sertifikat Laik Higienis Sanitasi merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa suatu fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan otoritas berwenang. Bagi LPKA, dokumen ini menjadi jaminan bahwa dapur dan seluruh proses pengolahan makanan beroperasi sesuai kaidah sanitasi.
Penerbitan sertifikat mencakup penilaian menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan area dapur, sarana sanitasi, hingga teknik penyajian makanan. Seluruh tahapan tersebut dinilai telah memenuhi standar kesehatan dan kelayakan higienis yang berlaku di Kota Tomohon.
Pengujian Kualitas Air hingga Uji Petik Sampel Makanan
Proses memperoleh sertifikat ini melalui serangkaian tahapan pengawasan ketat. Dokter Amanda M Londok, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon, bersama Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.
Tim melakukan pengujian kualitas air, memeriksa kondisi kebersihan sarana dapur, serta melakukan uji petik terhadap kebersihan sampel makanan dan peralatan masak. Hasil pemeriksaan itu menjadi dasar penerbitan sertifikat oleh DPMPTSP Kota Tomohon.
Komitmen Menjaga Standar Pelayanan Makanan Anak Binaan
Dengan diraihnya Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, LPKA Kelas II Tomohon berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan makanan. Langkah ini diarahkan untuk mewujudkan lingkungan pembinaan yang ramah, sehat, dan bernutrisi bagi masa depan anak binaan.
Pemenuhan standar higienis di dapur menjadi bagian tak terpisahkan dari program pembinaan, karena asupan makanan yang aman dan bergizi menopang kesehatan anak binaan selama menjalani proses pendidikan dan pembinaan di lembaga tersebut.