BITUNG — Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan bahwa menjaga imunitas tubuh dan memprioritaskan keselamatan menjadi langkah preventif paling utama di tengah situasi udara yang kurang sehat akibat asap karhutla. Imbauan menyasar seluruh lapisan masyarakat di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.
"Masker Anda adalah perlindungan bagi napas Anda. Kami meminta seluruh warga untuk tidak meremehkan dampak asap Karhutla ini bagi kesehatan paru-paru dan pernapasan," ujar Dandim 1310/Bitung saat dihubungi via telepon genggamnya.
Lima Panduan Kesehatan yang Diminta Dipatuhi Warga
Dandim membagikan lima poin penting yang harus diterapkan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Panduan pertama menyangkut pemakaian masker, terutama jenis N95 atau masker medis, bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Poin kedua meminta warga membatasi kegiatan luar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Warga juga diminta merapatkan jendela dan pintu pagar rumah agar kabut asap tidak merembes masuk ke dalam ruangan.
Dari sisi daya tahan tubuh, Dandim menyarankan warga memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk memperkuat imunitas dari paparan polusi. Poin terakhir menyangkut keselamatan: warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat bila mengalami gejala sesak napas atau batuk yang terus-menerus.
Mengapa Anak-Anak dan Lansia Jadi Prioritas Perlindungan
Kelompok rentan mendapat perhatian khusus dalam imbauan ini karena paparan asap karhutla berisiko lebih besar bagi pernapasan mereka. Pembatasan aktivitas luar ruangan disebut sebagai cara paling sederhana menekan risiko tersebut.
Dandim 1310/Bitung berharap masyarakat mematuhi panduan kesehatan ini dengan disiplin demi keselamatan bersama. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan di wilayah teritorial Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.
Imbauan ini bersifat preventif dan belum disertai laporan jumlah warga yang sudah terdampak gangguan pernapasan. Pemantauan kondisi udara serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat menjadi langkah lanjutan yang diharapkan berjalan selama kabut asap belum surut.