SULAWESI UTARA — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menahan tekanan di pasar modal. Ia optimistis Bursa Efek Indonesia bisa kembali bangkit setelah dana asing keluar dan lembaga indeks global memangkas rating Indonesia.
Pernyataan Sufmi Dasco Ahmad disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @sufmi_dasco pada Selasa (20/10/2026). Politikus Partai Gerindra itu menekankan bahwa kebersamaan dan fundamental ekonomi yang kuat menjadi modal utama bagi bursa untuk pulih.
"Dengan kebersamaan Indonesia dan fundamental yang kuat, bursa kita kembali baik. Buy Indonesia," tulis Dasco dalam unggahannya.
Tekanan Dana Asing dan Rating Lembaga Indeks
Dasco mengakui pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan, terutama setelah keluarnya dana asing dan penurunan rating dari lembaga indeks global. Menurutnya, kondisi itu bukan akhir dari segalanya asalkan langkah yang diambil tepat.
"Dengan fundamental yang kuat dan langkah yang diambil tepat, kita mampu melewati," ujarnya.
Ia menyatakan menghormati rating yang diberikan lembaga indeks global terhadap Indonesia. Namun Dasco menegaskan BEI merupakan bursa yang independen dalam menjalankan fungsinya.
Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Pasar
Seruan "Buy Indonesia" dari pimpinan DPR menyiratkan harapan agar investor domestik mengambil peran lebih besar saat arus modal asing keluar. Bagi pelaku pasar, sinyal politik semacam ini biasanya dibaca sebagai upaya menjaga kepercayaan, bukan sebagai jaminan perbaikan indeks dalam waktu dekat.
Pernyataan Dasco menyusul tekanan yang menekan kapitalisasi pasar BEI dan memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel maupun institusi. Sejumlah analis sebelumnya menyoroti bahwa pemulihan indeks akan bergantung pada kombinasi stabilitas kurs, arah suku bunga BI, dan kembalinya aliran dana asing.
Hingga berita ini ditulis, belum ada rincian langkah konkret yang disampaikan Dasco terkait upaya mendorong bursa. Pernyataannya lebih bersifat seruan moral dan penegasan sikap politik terhadap kondisi pasar modal saat ini.
Posisi BEI di Tengah Sorotan Lembaga Indeks Global
Tekanan dari lembaga indeks global menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku pasar Indonesia. Penurunan rating biasanya berdampak pada bobot Indonesia di portofolio investor asing, yang kemudian memicu outflow lanjutan.
Dalam konteks itu, pernyataan Wakil Ketua DPR menunjukkan pemerintah dan legislatif menyadari pentingnya menjaga persepsi pasar. Namun pasar umumnya menunggu bukti berupa perbaikan indikator makro dan kebijakan konkret, bukan sekadar pernyataan optimistis.
Dasco menutup unggahannya dengan ajakan singkat agar publik dan investor tetap mendukung pasar domestik. Seruan itu muncul di tengah fase pasar modal Indonesia yang masih berjuang menemukan momentum pemulihan.