Pencarian

Pekerja di China Dibayar Rp 16 Juta Sebulan untuk Melatih Robot Rumah Tangga

Rabu, 21 Oktober 2026 • 16:47:01 WIB
Pekerja di China Dibayar Rp 16 Juta Sebulan untuk Melatih Robot Rumah Tangga
Pekerja di China merekam gerakan rumah tangga untuk data pelatihan robot dengan bayaran hingga 6.000 yuan per bulan.

SULAWESI UTARA — Sejumlah pekerja di China menerima bayaran hingga 6.000 yuan (sekitar Rp 16 juta) per bulan untuk merekam gerakan rumah tangga berulang seperti melipat baju dan mencuci piring. Pekerjaan itu bukan jasa bersih-bersih, melainkan pengumpulan data pelatihan bagi robot yang kelak dioperasikan di rumah, supermarket, dan pabrik. Lowongan semacam ini makin ramai di media sosial dan platform rekrutmen, menyasar pengangguran serta pekerja muda yang mencari jam kerja fleksibel.

Fasilitas pelatihan di Beijing menjadi salah satu lokasi perekaman data itu. Sensor yang dipasang di pergelangan tangan dan jari pekerja merekam setiap gerakan saat mereka berulang kali mengambil gelas, membuka tutup botol, dan mengelap permukaan meja, mengikuti instruksi di layar komputer.

Rangkaian gerakan tersebut dikonversi menjadi data pelatihan agar robot bisa mempelajari tugas-tugas rumah tangga. South China Morning Post melaporkan, gelombang lowongan ini menyebar lewat media sosial dan platform rekrutmen dengan tawaran 4.000-6.000 yuan per bulan.

Siapa yang Tertarik Jadi Pelatih Robot

Liu Yun (40) terjun ke industri ini setelah kehilangan pekerjaan di pabrik mobil. Faktor usia mempersulitnya mencari kerja baru, sehingga perekaman gerakan menjadi jalan keluar.

Pengalaman Liu menunjukkan sisi lain pekerjaan itu. "Daripada melatih robot, rasanya lebih seperti sedang mengajari anak berusia dua tahun," ujarnya, dikutip detikINET dari VN Express.

Profil pekerja lain datang dari Provinsi Jiangsu. Guo Hongjuan menghabiskan sekitar enam jam sehari merekam aktivitas sehari-hari, termasuk merapikan barang, menata buku, dan membersihkan meja dapur. Bekerja dari rumah memungkinkannya mengurus anak sambil mengantongi sekitar 4.000 yuan per bulan.

Target 160 Gerakan per Shift

Sistem monitor melacak produktivitas dan akurasi pekerja sepanjang shift. Targetnya sekitar 160 gerakan per shift, sementara pekerja paling produktif bisa menembus 260 gerakan.

Beban fisiknya nyata. Mencuci piring dan menggosok meja hingga 200 kali dalam satu shift membuat Liu sangat kelelahan. Beberapa pelatih menyebut banyak pekerja berhenti hanya dalam hitungan minggu karena menilai bayaran tak sebanding dengan kelelahan fisik dan mental.

Mengapa Data Gerakan Jadi Rebutan

Data gerakan manusia menjadi bahan baku utama pengembangan robot humanoid dan robot layanan. Sebelum robot bisa membuka tutup botol atau melipat baju, model perlu dilatih dengan ribuan contoh gerakan yang direkam dari tangan manusia.

Karena itu, permintaan perekam data tumbuh seiring ambisi sejumlah perusahaan China mengembangkan robot untuk rumah tangga, ritel, dan lini pabrik. Pekerjaan ini menyerap tenaga kerja yang tersingkir dari sektor manufaktur, meski sifatnya berulang dan berisiko tinggi memicu burnout.

Bayaran vs Beban Kerja

Bagi sebagian pekerja, fleksibilitas jam kerja membuat pekerjaan ini sepadan, terutama ibu rumah tangga yang butuh penghasilan tanpa meninggalkan rumah. Bagi yang lain, repetisi ratusan kali sehari menjadi alasan utama mundur.

Skema 4.000-6.000 yuan per bulan menempatkan posisi ini di kisaran upah kelas menengah bawah di kota-kota besar China. Angka itu cukup menarik bagi pekerja yang baru kehilangan pekerjaan formal, tetapi belum tentu bertahan lama mengingat tingginya tingkat berhenti.

Model rekrutmen lewat media sosial dan platform kerja membuat industri data pelatihan robot tumbuh cepat tanpa payung status kerja yang jelas. Sejauh mana model ini bertahan akan bergantung pada kebutuhan perusahaan robot terhadap data gerakan berkualitas, sekaligus pada kemampuan penyedia fasilitas pelatihan menekan angka putus kerja.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks