12 Warga Buyat Satu Boltim Lolos Verifikasi Program BSPS, Rumah Layak Huni Jadi Target 2026

Penulis: Ragil  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54:12 WIB
warga Buyat Satu Boltim lolos verifikasi program BSPS untuk perbaikan rumah layak huni.

BOLTIM — Pemerintah Desa Buyat Satu menggelar sosialisasi program BSPS di gedung olahraga setempat pada Kamis (21/5). Acara itu dihadiri tiga kepala desa dari wilayah Buyat, fasilitator program, serta warga yang masuk daftar calon penerima bantuan.

12 Nama Lolos, Dua Gugur Verifikasi

Sangadi Buyat Satu, Chandra Setiawan Modeong, menyebutkan dari 14 nama yang diusulkan, hanya 12 yang memenuhi syarat. “Dua tidak lolos verifikasi,” katanya dalam sambutan di hadapan peserta.

Program BSPS tahun 2026 ini menyasar rumah-rumah tidak layak huni di kawasan pedesaan. Bantuan diberikan dalam bentuk stimulan tunai yang dikelola secara swadaya oleh penerima, didampingi fasilitator teknis.

Peran DPR RI dan Pemkab Boltim

Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow yang disebutnya mengawal program ini sejak awal. Ia juga berterima kasih kepada Bupati Boltim Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Sumaiku.

“Semoga program ini terus berjalan baik agar manfaatnya segera dirasakan oleh warga masyarakat kita,” tambah Chandra.

Apa Itu BSPS dan Siapa Sasaran Utamanya?

BSPS merupakan program Kementerian PKP yang memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan atau pembangunan rumah swadaya. Penerima adalah warga berpenghasilan rendah yang memiliki lahan namun belum memiliki hunian layak.

Di Boltim, program ini difasilitasi oleh dua fasilitator, Lanny Wuisan dan Christof Pangemanan, yang bertugas mendampingi warga selama proses pembangunan.

Buyat Satu: Tiga Desa Satu Kawasan

Sosialisasi di Buyat Satu juga dihadiri Sangadi Buyat Ulpin Modeong dan Sangadi Buyat Barat Ramadhan Mamangge. Ketiganya berada di Kecamatan Kotabunan, kawasan pesisir timur Boltim yang dikenal dengan sejarah pertambangannya.

Pemerintah desa berharap program ini bisa mempercepat perbaikan kualitas hunian warga, terutama di tengah keterbatasan akses bahan bangunan di daerah terpencil.

Reporter: Ragil
Sumber: sulawesion.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top