Pencarian

Holding Maskapai BUMN di Bawah Garuda Indonesia Segera Terbentuk, Pelita Air Masuk ke Dalam Grup

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:16:31 WIB
Holding Maskapai BUMN di Bawah Garuda Indonesia Segera Terbentuk, Pelita Air Masuk ke Dalam Grup
Pelita Air resmi bergabung ke dalam Garuda Indonesia sebagai bagian dari pembentukan holding maskapai BUMN.

SULAWESI UTARA — Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses konsolidasi ini sudah diinisiasi oleh Danantara bersama BP BUMN. Salah satu langkah konkretnya adalah menggabungkan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia.

"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia," ujar Dony di Jakarta, Senin (27/1).

Dengan struktur baru ini, grup maskapai pelat merah diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan pangsa pasar yang lebih luas. Dony menambahkan, integrasi ini akan mendongkrak kapasitas grup secara keseluruhan.

Menteri AHY: Konektivitas Nasional Butuh Maskapai Kuat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, penguatan industri penerbangan domestik menjadi krusial untuk merespons kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

"Terkait dengan sektor transportasi udara, saya mendukung dirgantara dan maskapai domestik, khususnya flag carrier kita Garuda Indonesia. Ini membuka ruang yang luas karena kebutuhan penerbangan masih tinggi sekali," kata AHY.

Ia berharap konsolidasi ini bisa menekan biaya transportasi udara sekaligus mengembangkan ekosistem kedirgantaraan nasional.

Bisnis Penerbangan: Harus Dikelola Menit ke Menit

Dony Oskaria mengingatkan bahwa industri penerbangan memiliki karakteristik yang unik dan menuntut ketelitian tinggi. Keputusan operasional harian harus diambil dengan cepat karena begitu pesawat terbang, untung atau rugi sudah bisa langsung terukur.

"Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas," tutup Dony.

Rencana pembentukan holding ini menjadi angin segar bagi industri penerbangan nasional yang selama beberapa tahun terakhir tertekan oleh biaya operasional tinggi dan persaingan ketat. Jika terealisasi, konsolidasi ini berpotensi memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai pelat merah utama di Tanah Air.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks