Beitong PanGu, Kontroler Modular ‘Lego untuk Gamer’ yang Bisa Diganti Stik hingga Motor Getar Tanpa Obeng

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:58:18 WIB
Beitong PanGu hadir dengan sistem modular yang memungkinkan penggantian komponen tanpa obeng.

Beitong, perusahaan aksesori gaming asal China, baru-baru ini memamerkan PanGu melalui unggahan di X. Bukan sekadar kontroler biasa, perangkat ini dirancang dengan sistem modular penuh: pengguna bisa menekan tombol kecil di samping stik atau panel tombol untuk melepasnya, lalu menggantinya dengan modul lain dalam hitungan detik. Bahkan grip samping dan motor getar di dalamnya bisa dilepas tanpa alat bantu.

Stik TMR, Polling 1000 Hz, dan Kompatibilitas Lintas Platform

Dari sisi teknis, PanGu dibekali modul stik TMR (Tunnel Magnetoresistance)—teknologi yang lebih tahan aus dibanding hall effect sensor biasa. Tingkat polling mencapai 1.000 Hz baik dalam mode kabel maupun nirkabel, menjanjikan respons setara kontroler kompetitif kelas atas.

Kontroler ini kompatibel dengan Windows, Nintendo Switch, Android, dan iOS. Beitong mengklaim perangkat lunaknya langsung mengenali modul yang terpasang dan menyarankan tata letak tombol, termasuk preset khusus untuk game tertentu yang bisa diaktifkan lewat software.

Harga di Atas 100 Dolar, Bersaing dengan Turtle Beach Victrix Pro

Meski belum resmi masuk toko Amazon Beitong, PanGu sudah dijual oleh pedagang lain dengan harga di atas 100 dolar AS untuk unit saja. Paket yang sudah termasuk dock pengisi daya atau dock plus tas dibanderol lebih tinggi lagi. Sebagai perbandingan, Turtle Beach Victrix Pro BFG Reloaded yang memiliki konsep modular serupa dijual sekitar 200 dolar AS—namun masih membutuhkan obeng untuk mengganti komponen dan tingkat kustomisasinya lebih terbatas.

“Personally, that seems like a lot to pay for a brand I'm unfamiliar with, though its competition is a bit more expensive,” tulis pengulas yang menguji perangkat ini. Ia juga mencatat bahwa faktor utama yang tidak bisa dinilai dari video adalah rasa (feel) kontroler saat digunakan—sesuatu yang baru bisa dipastikan setelah mencoba langsung.

Desain Kotak yang Fungsional, Tapi Kurang Menarik Secara Visual

Satu catatan yang muncul dari berbagai ulasan awal adalah soal estetika. Meski sistem modularnya dianggap cerdas, tampilan PanGu—dengan bodi putih kotak dan garis-garis blok—dinilai kurang menarik. “I do wish the aesthetic was nicer, though,” tulis pengulas yang sama. Namun dari sisi fungsional, desain grip yang bisa dilepas dengan cara ditarik pada sudut tertentu (mirip sistem Meta Quest 3) dinilai praktis, terutama jika pemain ingin mengurangi bobot dengan melepas motor getar.

Dengan pasar kontroler yang sudah dipenuhi banyak pemain mapan—dari Xbox Elite Series 2, DualSense Edge, hingga berbagai produk dari 8BitDo dan GameSir—Beitong punya pekerjaan rumah besar untuk meyakinkan gamer. Tapi PanGu setidaknya menawarkan sesuatu yang jarang ada: kebebasan merombak hampir semua aspek fisik kontroler, tanpa perlu ke bengkel modifikasi.

Reporter: Sutomo
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top