MANADO — Kabar duka menyelimuti civitas akademika Universitas Negeri Manado (Unima). Prof Dr JLL Lombok, mantan rektor yang juga dikenal sebagai salah satu founding father kampus tersebut, meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan di Sulawesi Utara.
Almarhum mengemban amanah sebagai Rektor Unima selama dua periode, dari 1995 hingga 2003. Di luar masa kepemimpinannya, kontribusi Prof Lombok bagi universitas tidak pernah surut.
Ia dikenal luas sebagai sosok yang meletakkan fondasi awal berdirinya Unima. Perannya dalam merintis dan membesarkan lembaga pendidikan tinggi di Kota Tondano itu diakui oleh banyak kalangan.
Bagi sejawat dan mahasiswa, Prof Lombok bukan sekadar administrator kampus. Ia adalah seorang akademisi sejati yang hidup untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Gaya kepemimpinannya yang tegas namun membumi membuatnya disegani. Banyak pihak menilai bahwa di bawah arahannya, Unima mengalami transformasi signifikan, baik dari segi akademik maupun infrastruktur.
Warisan terbesar almarhum adalah fondasi Unima sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi di Sulawesi Utara. Ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai bidang profesi menjadi bukti nyata kontribusinya.
Dedikasinya dalam mencetak generasi pendidik dan tenaga ahli lainnya tidak akan terlupakan. Unima yang dikenal saat ini, dengan berbagai program studi dan fasilitasnya, adalah hasil dari kerja keras para pendiri, termasuk Prof JLL Lombok.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai elemen, mulai dari rektorat, dosen, mahasiswa, hingga alumni yang merasa kehilangan. Sosoknya akan terus dikenang sebagai bapak pendidikan yang telah mengabdikan hidupnya untuk kemajuan bangsa lewat dunia akademik.