MANADO — Inflasi tahunan Kota Manado pada Mei 2026 menjadi yang tertinggi di Sulawesi Utara, sementara Kabupaten Minahasa Utara justru mencatat angka paling rendah. Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, mengungkapkan bahwa lonjakan tarif angkutan udara menjadi biang kerok utama di ibu kota provinsi tersebut.
“Tingkat inflasi tahunan Mei 2026 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun secara bulanan justru terjadi deflasi sehingga tekanan harga relatif terkendali,” kata Watekhi dalam rilis data, Selasa (2/6/2026).
Dua komponen paling memberatkan warga Manado adalah tarif angkutan udara dan biaya pendidikan. Tarif pesawat menyumbang andil 0,40 persen dari total inflasi tahunan kota ini, imbas penyesuaian surcharge bahan bakar penerbangan secara nasional.
Sementara itu, biaya pendidikan tercatat melonjak 9,71 persen secara tahunan menjelang tahun ajaran baru Juli 2026. Sebagai pusat bisnis, pendidikan, dan layanan pemerintahan, mobilitas udara warga Manado menjadi yang tertinggi di Sulut, sehingga dampak kenaikan harga tiket terasa paling berat.
Berbeda dengan Manado, Kabupaten Minahasa Utara memiliki karakter ekonomi yang lebih bertumpu pada aktivitas lokal dan kawasan industri. Porsi pengeluaran untuk transportasi udara dalam struktur belanja warga Minut sangat kecil.
Hasilnya, tekanan harga dari sektor penerbangan hampir tidak berpengaruh. Inflasi tahunan Minut tetap stabil di angka 0,66 persen, menjadikannya daerah dengan kenaikan harga paling rendah se-Sulut pada periode yang sama.
Secara bulanan, seluruh Sulut justru mencatat deflasi 0,61 persen pada Mei 2026. Kabupaten Minahasa Selatan bahkan mengalami deflasi terdalam, minus 1,39 persen, berkat melimpahnya pasokan cabai rawit dari panen raya di Gorontalo dan Minahasa.
“Penurunan harga ikan juga turut berkontribusi seiring membaiknya cuaca dan meningkatnya hasil tangkapan nelayan,” jelas Watekhi. Kondisi ini memberikan sedikit ruang lega bagi daya beli masyarakat di tengah tingginya inflasi tahunan di Manado.
Kesenjangan inflasi antarwilayah ini bukan fenomena baru, tetapi data Mei 2026 memperlihatkannya dengan sangat gamblang. Perbedaan struktur ekonomi, aksesibilitas layanan, dan pola konsumsi menciptakan pengalaman harga yang berbeda, bahkan dalam satu provinsi yang sama.
Bagi warga Manado, tekanan dari sektor transportasi dan pendidikan diperkirakan masih akan berlanjut, terutama menjelang tahun ajaran baru. Sementara daerah dengan basis ekonomi lokal seperti Minut dan Minsel justru menikmati stabilitas harga dari hasil bumi dan laut yang melimpah.