BOLAANG MONGONDOW — Banjir bandang yang menerjang Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan di Kecamatan Bolaang memaksa 601 jiwa mengungsi. Material kayu dan lumpur setinggi lutut orang dewasa masih terlihat di sejumlah titik pemukiman warga.
Bantuan dari Alfamidi diserahkan langsung di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana yang berlokasi di Masjid Jami An-Nur, Desa Solimandungan II, pada Sabtu (31/5/2026). Ratusan paket sembilan bahan pokok (sembako) didistribusikan, mulai dari beras, minyak goreng, gula, mi instan, hingga air mineral.
Camat Bolaang, Nini Kusrini Rohis, menerima langsung bantuan tersebut mewakili pemerintah desa dan kecamatan. Ia menyatakan bahwa bantuan logistik sangat dibutuhkan warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
“Terima kasih atas bantuannya. Bantuan ini sudah diterima pemerintah desa dan kecamatan. Semoga menjadi berkah untuk kita semua,” kata Nini di lokasi posko.
Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang rutin dijalankan. Ia menyebut, fokus utama perusahaan adalah respons cepat terhadap bencana alam di wilayah kerja mereka.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak,” ujar Achmad.
Dari data yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 134 rumah warga terendam air dan lumpur serta tertimpa material kayu yang terbawa arus banjir. Empat desa di Kecamatan Bolaang menjadi titik terparah akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Posko Terpadu di Masjid Jami An-Nur masih terus beroperasi menerima dan mendistribusikan bantuan. Pemerintah kecamatan setempat masih mendata kebutuhan mendesak warga, terutama air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Bantuan dari pihak swasta seperti Alfamidi diharapkan bisa menjadi katalis bagi donatur lain untuk turut serta membantu pemulihan pascabencana di Bolaang Mongondow.