PNM Tanam 29.000 Bibit Pohon di 58 Cabang, Tomohon Jadi Salah Satu Titik Penghijauan

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:50:31 WIB
PNM menanam 29.000 bibit pohon di 58 cabang sebagai bagian dari program PNM Peduli.

MANADO — Lembaga keuangan milik negara yang selama ini identik dengan pembiayaan usaha mikro, PNM, kini memperluas jangkauan kepeduliannya ke sektor lingkungan. Melalui program PNM Peduli, perusahaan menanam minimal 500 bibit pohon di setiap cabangnya, termasuk di Tomohon, Sulawesi Utara.

Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang

Yohanis Wulur, salah satu penerima manfaat di Tomohon, menyambut baik langkah ini. “Satu pohon, sejuta manfaat. Terima kasih PNM atas dukungan dan kepeduliannya melalui program penanaman pohon ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pohon yang ditanam hari ini diharapkan menjadi warisan hijau yang bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.

Dari 29.000 Pohon hingga Rantai Kepedulian Lainnya

Gerakan ini tidak berjalan sendiri. PNM sebelumnya menjalankan kampanye RE3 FOR-E yang berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai. Pakaian tersebut disalurkan ke masyarakat bersamaan dengan buku bacaan untuk mendukung akses literasi.

Nilai yang sama kemudian diteruskan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 SMK dari Sabang hingga Merauke. Pemberdayaan, menurut perusahaan, tidak hanya soal akses modal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

Menjawab Tantangan Perubahan Iklim dari Akar Rumput

Di tengah ancaman perubahan iklim, setiap pohon memiliki peran: akar menahan tanah, daun memperbaiki kualitas udara, dan batang tumbuh menjadi peneduh. PNM menyebut gerakan ini sebagai ikhtiar sederhana menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Langkah ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 15 tentang ekosistem daratan.

Manfaat yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Bagi para penerima, rangkaian kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Pohon yang ditanam, pakaian dan buku yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi bagian dari harapan sederhana: lingkungan yang lebih nyaman, akses pengetahuan yang lebih luas, dan kehidupan yang perlahan bergerak ke arah yang lebih baik.

“Pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari bumi yang tetap dirawat bersama,” demikian pernyataan tertulis PNM.

Reporter: Sutomo
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top