Tiang Listrik Roboh di Minahasa Utara Berhasil Dievakuasi, Arus Lalu Lintas di Jalan Airmadidi–Tondano Kembali Normal

Penulis: Ragil  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 23:23:01 WIB
Tim gabungan mengevakuasi tiang listrik roboh di Jalan Airmadidi–Tondano, Senin siang.

AIRMADIDI — Tiang listrik yang roboh di ruas Jalan Airmadidi–Tondano, Desa Tanggari, berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Senin (15/4) siang. Arus lalu lintas yang sempat tersendat total kini kembali normal.

Evakuasi Berlangsung Cepat, Lalin Kembali Lancar

Proses evakuasi melibatkan petugas dari Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan PLN Unit Layanan Airmadidi. Mereka bekerja sama untuk memotong dan memindahkan tiang beserta kabel yang menghalangi badan jalan.

“Kami bergerak cepat begitu mendapat laporan dari warga. Setelah tiang berhasil dipotong dan disingkirkan, kendaraan sudah bisa melintas kembali,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Minahasa Utara, yang memimpin langsung proses evakuasi.

Sempat Menutup Total Jalan Airmadidi–Tondano

Insiden ini terjadi pada pagi hari dan sempat membuat kemacetan panjang. Kendaraan dari arah Airmadidi menuju Tondano maupun sebaliknya harus mengantre atau mencari jalur alternatif.

Beruntung, tidak ada kendaraan maupun pejalan kaki yang tertimpa saat tiang roboh. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti robohnya tiang listrik tersebut, termasuk kemungkinan faktor cuaca atau usia infrastruktur.

PLN Pastikan Jaringan Aman, Tak Ada Pemadaman

PLN Unit Layanan Airmadidi memastikan tidak ada pemadaman listrik akibat peristiwa ini. Jaringan listrik di sekitar lokasi telah diamankan dan tidak membahayakan warga.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi robohnya tiang listrik, terutama saat angin kencang atau hujan deras. Jika menemukan tiang miring atau kabel putus, warga diminta segera melapor ke instansi terkait.

Reporter: Ragil
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top