BITUNG — Ellen Honandar Sondakh tidak sekadar memberi arahan dari belakang meja. Di hadapan warga dua kelurahan di Kecamatan Matuari itu, ia mempraktikkan langsung cara memilah sampah yang sudah dikumpulkan sebelum diolah menjadi pupuk organik.
Pelatihan ini merupakan langkah awal dari rangkaian panjang. Ellen menegaskan bahwa setelah seluruh kelurahan dikunjungi, akan digelar lomba tingkat kelurahan untuk mengukur sejauh mana warga menerapkan ilmu yang didapat.
“Pelatihan pembuatan kompos ini harus segera diterapkan di rumah masing-masing. Ada 69 kelurahan yang akan kami kunjungi, dan setelah itu akan digelar lomba tingkat kelurahan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk mulai membuat kompos di rumah, sebab kami akan turun langsung melakukan pengecekan,” tegas Ellen di lokasi.
Tak hanya pelatihan, Ellen juga menyerahkan bibit cabai kepada Ketua TP PKK Kecamatan Matuari dan pengurus TP PKK di dua kelurahan setempat. Langkah ini menjadi jembatan antara pengolahan sampah dan pertanian rumahan—kompos yang dihasilkan langsung bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman keluarga.
Menurut Ellen, pengelolaan sampah dari sumbernya merupakan strategi untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan pupuk organik bernilai guna.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianty Dumbela, Camat Matuari Fonda F. Orah, Ketua TP PKK Kecamatan Matuari Roy Tatamang, Lurah Sagerat Weru Satu Stenly Sajow, Lurah Weru Reagan R. Rumondor, serta Kepala Bidang PSLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Liberty Rimbing. Kehadiran lintas instansi ini menandakan pelatihan bukan seremoni belaka, melainkan bagian dari program terpadu pemerintah kota.
Kota Bitung, seperti banyak daerah lain, menghadapi persoalan sampah yang terus bertumpuk. Dengan melatih warga mengolah sampah organik menjadi kompos, pemerintah kota berharap beban tempat pembuangan akhir bisa berkurang secara signifikan. Di sisi lain, warga mendapatkan pupuk gratis untuk tanaman cabai dan sayuran di pekarangan mereka.
Ellen meminta seluruh peserta yang hadir untuk segera mempraktikkan pembuatan kompos di rumah masing-masing. Pengecekan langsung oleh TP PKK akan dilakukan setelah rangkaian kunjungan ke 69 kelurahan rampung.