5 Fakta Pergerakan Harga Kripto 24 Juni 2026: BTC Terkoreksi ke Rp 1,12 Miliar, Altcoin Tertekan Lebih Dalam

Penulis: Fajar  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 07:56:01 WIB
Bitcoin bertahan di zona kritis Rp 1,1 miliar dengan volume perdagangan naik 12%.

1. Bitcoin (BTC) Bertahan di Zona Kritis Rp 1,1 Miliar

Bitcoin diperdagangkan di Rp 1.124.979.881 ($62.780) dengan kapitalisasi pasar masih kokoh di atas $1,2 triliun. Meski turun -1,38%, volume perdagangan 24 jam justru naik 12% menandakan adanya pertarungan antara bull dan bear di level ini. Support psikologis Rp 1,1 miliar menjadi garis pertahanan terakhir sebelum potensi turun ke Rp 1,05 miliar. Jika BTC mampu memantul dari sini, target resistance terdekat ada di Rp 1,17 miliar.

2. Ethereum (ETH) Melemah Dua Kali Lipat dari BTC — Tanda Kelemahan Struktural

Ethereum turun -2,95% ke Rp 29.870.310 ($1.666). Koreksi lebih dalam ini mengindikasikan tekanan jual dari pemegang jangka pendek yang panik melihat level $1.700 tak tertahankan. Data on-chain menunjukkan rasio staking ETH menurun tipis, artinya sebagian investor mulai mencairkan posisi. Jika ETH gagal bertahan di $1.650, koreksi lanjutan ke $1.550 sangat mungkin terjadi.

3. Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) Paling Terpukul — Sentimen Risiko Off

Dua koin ini menjadi yang paling merah pagi ini. Cardano (ADA) turun -3,47% ke Rp 2.722 ($0,15) — level terendah dalam sebulan terakhir. Sementara Dogecoin (DOGE) ambles -3,24% ke Rp 1.416 ($0,08). Keduanya sangat sensitif terhadap sentimen risk-off global. Tidak ada katalis positif spesifik untuk kedua aset ini dalam waktu dekat, sehingga investor disarankan wait and see hingga BTC menunjukkan sinyal reversal.

4. Tiga Koin yang Layak Dipantau Investor Indonesia Hari Ini

Pertama, Bitcoin (BTC). Sebagai barometer pasar, pergerakan BTC dalam 48 jam ke depan akan menentukan arah altcoin. Jika BTC bertahan di atas Rp 1,1 miliar, ini bisa menjadi titik entry yang baik.

Kedua, Solana (SOL). Meski turun -2,01% ke Rp 1.250.611 ($69,79), SOL menunjukkan volume perdagangan yang stabil. Ekosistem DeFi Solana masih aktif dengan total value locked (TVL) yang tidak turun drastis. Level $68 adalah support kunci — jika bertahan, potensi rebound ke $75 terbuka.

Ketiga, TRON (TRX). Paling defensif dengan koreksi hanya -1% ke Rp 5.891 ($0,33). TRX sering menjadi safe haven di tengah koreksi pasar karena utilitasnya yang kuat di sektor stablecoin transfer dan USDT. Cocok untuk investor yang ingin tetap ekspos kripto dengan volatilitas rendah.

5. Platform Terpercaya dan Panduan Praktis untuk Investor Indonesia

Untuk memantau dan bertransaksi, investor Indonesia bisa menggunakan Indodax, Tokocrypto, dan Pintu yang sudah terdaftar di Bappebti. Pastikan menggunakan fitur limit order untuk membeli di harga yang diinginkan, bukan market order saat volatilitas tinggi. Jangan tergoda membeli altcoin yang turun paling dalam tanpa analisis fundamental — koreksi besar belum tentu murah, bisa jadi jebakan.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

5 Pertanyaan yang Sering Ditanya

1. Apakah ini saat yang tepat untuk membeli Bitcoin?
Tergantung toleransi risiko. Jika BTC bertahan di Rp 1,1 miliar, ini area akumulasi jangka menengah. Tapi jika tembus ke bawah, tunggu konfirmasi reversal.

2. Kenapa Ethereum turun lebih dalam dari Bitcoin?
Karena ETH memiliki beta lebih tinggi terhadap risiko. Saat likuiditas global menyusut, altcoin besar seperti ETH lebih rentan dibanding BTC.

3. Koin apa yang paling aman saat pasar turun?
Stablecoin seperti USDT atau USDC. Tapi jika ingin tetap ekspos, TRON dan Bitcoin adalah pilihan paling defensif saat ini.

4. Apakah koreksi ini terkait regulasi Indonesia?
Tidak langsung. Koreksi ini lebih dipicu sentimen global (suku bunga AS dan data ekonomi). Regulasi Indonesia saat ini masih kondusif.

5. Kapan pasar kripto bisa pulih?
Jika The Fed memberi sinyal dovish atau data inflasi AS melandai. Dalam jangka pendek, pantau pergerakan BTC di atas Rp 1,1 miliar sebagai indikator awal.

Reporter: Fajar
Back to top