TOMOHON — Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Weliam Niklas Silangen, menyebut Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menegaskan bahwa aksi lingkungan ini merupakan penguatan budaya kerja aparatur sipil negara dalam melayani masyarakat.
"Gerakan Indonesia Asri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan budaya kerja yang harus terus ditanamkan kepada seluruh ASN. Melalui semangat gotong royong, kita ingin memberikan contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pengabdian kita kepada masyarakat," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Lokasi yang menjadi sasaran utama adalah ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan dari Manado menuju Tomohon dan sebaliknya. Area sekitar Rumah Makan Tinoor Jaya dipilih karena menjadi titik yang cukup padat aktivitas, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang melintas.
Dalam aksi tersebut, para peserta tidak hanya memungut sampah di badan jalan. Mereka juga melakukan penyapuan di kawasan sekitar serta memangkas rumput dan semak belukar yang mulai tumbuh liar di tepi jalur utama.
Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan pengguna jalan. Selain membuat pemandangan lebih asri, pembersihan semak dan sampah juga mengurangi potensi gangguan visibilitas bagi pengendara.
Lebih jauh, Silangen berharap aksi nyata dari lingkungan DPRD ini dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen yang menggunakan ruang publik.
Melalui konsistensi kegiatan semacam ini, Sekretariat DPRD Provinsi Sulut menargetkan terciptanya Sulawesi Utara yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perubahan perilaku masyarakat dalam merawat bumi, mulai dari lingkungan terkecil di sekitar mereka.