SULAWESI UTARA — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat menyerahkan bantuan Program Desa Berdaya Elektrifikasi Pertanian Melon kepada KUBE Mego Hydrofarm Indonesia di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Bantuan berupa greenhouse dan sarana kelistrikan ini membuat produksi melon hidroponik kelompok tersebut melonjak dari 300 kilogram per tiga bulan menjadi sekitar 1,1 ton per bulan. Program TJSL ini menyasar petani milenial di tengah tekanan alih fungsi lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis oleh Manajer PT PLN (Persero) UP3 Padang, Rudi Hamidi, kepada Ketua Kelompok Mego.Id, Arif Abdul Putra. Acara peluncuran itu dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Camat Pauh Yandry, perwakilan Dinas Sosial, pengurus PKK, dan majelis taklim setempat.
Bantuan menyasar Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mego Hydrofarm Indonesia, yang selama ini membangun greenhouse secara swadaya dari iuran anggota. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memfasilitasi rumah kaca sebagai sarana budi daya melon modern berbasis hidroponik.
Dari Iuran Anggota ke Panen 1,1 Ton per Bulan
Sebelum bermitra dengan PLN, kelompok ini hanya mampu memanen sekali dalam tiga bulan dengan hasil berkisar 300 kilogram. Keterbatasan modal membuat siklus produksi tertahan.
Setelah greenhouse dan infrastruktur kelistrikan masuk, pengaturan suhu dan pengairan jadi lebih presisi. Kapasitas produksi melon hidroponik kelompok itu kini menembus sekitar 1,1 ton setiap bulan.
"Sebelumnya, kami secara swadaya bersama teman-teman membangun green house menggunakan dana iuran anggota. Setelah itu, kami bermitra dengan PT PLN dan Alhamdulillah mendapat dukungan untuk pembangunan green house," ujar Arif Abdul Putra.
Dari total lahan sekitar 9.000 meter persegi, hampir 50 persen sudah memakai sistem hidroponik. Arif menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang dan PLN Sumbar yang terus mendukung kelompok usaha pertanian miliknya.
Elektrifikasi Pertanian Jadi Pilar Baru PLN
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumatera Barat, Bambang Santoso, menyebut kehadiran perseroan di sektor pertanian sebagai wujud komitmen BUMN memberi manfaat berkelanjutan. Pemanfaatan elektrifikasi untuk pertanian atau electrifying agriculture kini menjadi salah satu pilar penting PLN.
"Saya berharap KUBE Mego.Id ini dapat terus tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan dampak bagi masyarakat di Kelurahan Pisang," kata Bambang.
Ia juga berharap program serupa berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga.
Jawaban atas Alih Fungsi Lahan Kota Padang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menilai pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat menyisakan tantangan struktural, terutama berkurangnya lahan hijau dan ancaman terhadap kemandirian pangan daerah. Urban farming dipandang sebagai jalan keluar paling adaptif di tengah keterbatasan lahan.
Pemko Padang telah meluncurkan gerakan urban farming yang melibatkan 200 Kepala Keluarga bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Maigus mengapresiasi bantuan PLN kepada KUBE Mego Hydrofarm Indonesia dan berharap kelompok itu menjadi percontohan.
"Kita menargetkan kelompok petani milenial ini ada satu per kelurahan," ujarnya.
Bagi Kota Padang, model budi daya melon hidroponik di lahan sempit ini menunjukkan hasil yang bisa diukur: produksi naik hampir empat kali lipat dalam siklus bulanan. Jika direplikasi ke kelurahan lain, pola serupa berpotensi menahan laju penyusutan lahan pertanian kota sekaligus membuka pendapatan baru bagi warga.