SULAWESI UTARA — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan dua prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Prioritas pertama adalah memadamkan seluruh titik api, disusul perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.
Peninjauan di Kalsel dilakukan atas perintah Presiden untuk memastikan koordinasi di lapangan berjalan efektif. "Seluruh kekuatan dikerahkan dalam satu gerak bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BNPB, BMKG, TNI, Polri, hingga partisipasi aktif masyarakat," kata Jumhur dalam keterangan video, Senin (24/8/2026).
Polri melalui sembilan Polda di Indonesia telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka terkait pembakaran lahan. KLH juga mengintensifkan investigasi terhadap korporasi yang area konsesinya terbakar.
"Ini tidak bisa kita tolerir, oleh karena itu penegakan hukum harus dilakukan," tegas Jumhur. Pemerintah memberlakukan kebijakan tanpa kompromi terhadap praktik pembakaran lahan, termasuk sanksi administratif, gugatan perdata, tuntutan ganti rugi lingkungan, hingga pembebanan biaya pemulihan ekosistem.
Data BNPB menunjukkan luas lahan terbakar di Kalsel sepanjang 2023 mencapai 190.000 hektare. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar berada di kisaran 8.000 hektare.
"Kita berharap angka ini tidak meluas bahkan jangan sampai mendekati angka tahun 2023, artinya sebenarnya ada keberhasilan mitigasi sebelum bencana," ujar Jumhur. Seluruh rangkaian penanganan dibarengi evaluasi progres mitigasi yang tercermin dari perbandingan data empiris di lapangan.
Seiring operasi pemadaman, Kementerian Kesehatan, jajaran puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat digerakkan untuk mitigasi dampak kabut asap. "Prioritas kita adalah agar masyarakat terlindungi dan tidak terdampak secara serius, termasuk Kementerian Kesehatan dengan puskesmas dan sebagainya juga bergotong royong," terang Jumhur.
Inspeksi lapangan dilakukan untuk memastikan koordinasi penanganan berjalan efektif guna meredam eskalasi kebakaran, melindungi kesehatan warga, serta menegakkan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan hidup. Jumhur juga menyampaikan dukungan moral agar seluruh pihak terus berikhtiar memohon bantuan Tuhan agar kondisi kekeringan segera berakhir.