BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado menyebut Monsun Australia yang aktif dan El Nino dengan intensitas kuat menjadi penyebab terhambatnya pertumbuhan awan serta berkurangnya curah hujan di Sulawesi Utara. Kondisi ini turut memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Sulut, yang memperparah kekeringan dan memicu kebakaran hutan di sejumlah kabupaten.
MANADO — Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menjelaskan bahwa El Nino dengan intensitas kuat dan IOD positif menyebabkan tekanan udara tinggi di wilayah Sulawesi Utara. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan awan dan meningkatkan kecepatan angin.
"El Nino dengan intensitas kuat dan IOD positif berpengaruh terhadap terhambatnya pertumbuhan awan akibat kondisi tekanan udara yang tinggi, yang turut meningkatkan kecepatan angin di wilayah Sulut," ujar Karina di Manado, Minggu.
Bibit Siklon Tropis 97W Turut Memperkuat Angin
BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 97W di wilayah Samudra Pasifik utara Papua. Fenomena ini disebut turut mendukung peningkatan kecepatan angin yang bertiup di wilayah Sulawesi Utara.
Dampak gabungan dari Monsun Australia, El Nino, dan bibit siklon tropis ini membuat sebagian besar wilayah Sulut saat ini berada dalam kondisi cerah hingga hujan ringan.
Daftar Wilayah yang Mengalami Cuaca Cerah
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi berpenduduk lebih dari 2,74 juta jiwa ini. Wilayah terdampak meliputi Kota Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.
Selain itu, cuaca serupa juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Ribuan Hektare Hutan Terbakar Akibat Kemarau
Musim kemarau yang berkepanjangan ini telah memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik. BMKG mencatat kebakaran terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
Kondisi paling parah terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Sekitar seribu hektare lahan hangus terbakar akibat angin kencang yang mempercepat perambatan api.
Peringatan Dini Hujan Lebat Hingga 30 Agustus
Meski sebagian besar wilayah cerah, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca hingga 30 Agustus 2026. Warga diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Peningkatan akumulasi curah hujan harian juga berpotensi terjadi secara tiba-tiba. BMKG mengimbau masyarakat di seluruh Sulawesi Utara untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang mungkin muncul di tengah kondisi kemarau ini.