KOTAMOBAGU — Suasana khidmat menyelimuti Ruang Pertemuan Kampus IAIK Kotamobagu saat puluhan mahasiswa Angkatan ke-3 Tahun 2026 mengikuti Sidang Yudisium, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan akademik terakhir yang menandakan seluruh proses dan persyaratan perkuliahan telah tuntas dilalui.
Yudisium menjadi momentum penentu bagi mahasiswa. Setelah dinyatakan lulus dalam sidang ini, mereka resmi menyandang gelar sarjana dan sah disebut sebagai alumni.
Status baru ini sekaligus menjadi penanda bahwa para lulusan siap memasuki babak berikutnya. Pilihannya terbuka, baik untuk terjun ke dunia kerja maupun mengabdikan diri di tengah masyarakat dengan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.
Rektor IAIK Kotamobagu, Dr. Muliadi Mokodompit, SE, M.Si., hadir langsung dalam prosesi tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Dengan berakhirnya proses akademik tersebut, para lulusan diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga menjadi insan yang dapat memberikan manfaat dan turut berperan dalam pembangunan daerah,” harapnya saat memberikan sambutan.
Muliadi juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah diharapkan menjadi bekal utama dalam mengarungi kehidupan nyata.
Meski tahapan akademik telah usai, para lulusan masih harus menunggu momen puncak—prosesi wisuda. Informasi dari pihak kampus menyebutkan, acara sakral ini akan digelar di Hotel Sutanraja Kota Kotamobagu.
Rencananya, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dijadwalkan hadir langsung pada kegiatan tersebut. Selain gubernur, undangan juga ditujukan kepada lima pimpinan daerah di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Penyelenggaraan Yudisium Angkatan ke-3 Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen IAIK Kotamobagu. Kampus yang berbasis di Bolaang Mongondow ini terus berupaya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten dan berintegritas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di tingkat lokal maupun regional.