KOTAMOBAGU — Kepala Bappelitbangda Kota Kotamobagu Retna Sari Damopolii menyebut lomba inovasi daerah digelar untuk mendorong setiap OPD berkomitmen memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat lewat inovasi yang mereka terapkan. Kegiatan yang memasuki hari kedua ini dijadwalkan menampilkan 28 peserta OPD untuk memaparkan program inovasi di hadapan Tim Juri.
Delapan OPD tercatat sudah mengikuti tahapan presentasi dan wawancara. Beberapa inovasi yang tampil menyentuh layanan kesehatan jiwa, pelaporan ketertiban umum, hingga penyelesaian kerugian daerah.
UPTD Puskesmas Gogagoman menghadirkan inovasi bertajuk "Kurma Rigawa Gemoy" atau Kunjungan Rumah Penderita Gangguan Jiwa dan Gerakan Minum Obat Yuk. Program ini difokuskan pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) agar penderita mendapat akses pelayanan kesehatan secara berkala langsung di rumah melalui skema home care.
Kepala Puskesmas Gogagoman Soemartini Soegihardjo menjelaskan inovasi ini mengedukasi Pendamping Minum Obat (PMO) dari pihak keluarga atau kader kesehatan. Tujuannya agar pasien tidak putus obat sehingga angka kekambuhan atau relapse pada ODGJ bisa ditekan.
Instansi Satpol-PP dan Damkar Kota Kotamobagu membawa inovasi SIAP-TERTIB atau Sistem Informasi Pelaporan Ketertiban dan Kebakaran. Inovasi ini berbentuk aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan berfungsi mempermudah masyarakat melaporkan gangguan ketertiban umum, pengendalian kebakaran, serta kejadian non-kebakaran.
Aplikasi ini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah sebagai perwujudan good governance.
Inspektorat Daerah Kota Kotamobagu menghadirkan inovasi bernama TUNTASKAN TGR (Tindak Lanjut dan Selesaikan Tuntutan Ganti Rugi). Program ini bermanfaat meningkatkan efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan, khususnya dalam penyelesaian kerugian daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Inovasi TUNTASKAN TGR dirancang menjadi sistem penyelesaian kerugian daerah yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Rum Mokoagow dari Bappelitbangda menjelaskan lomba inovasi daerah atau IGA Kota Kotamobagu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setelah tahapan presentasi dan wawancara, peserta masih akan melalui tahapan kunjungan lapangan atau fact finding.
"Setelah tahapan presentasi dan wawancara, peserta lomba inovasi masih akan melalui tahapan kunjungan lapangan atau fact finding, sesudah itu pemenang akan langsung diumumkan oleh Tim Juri," jelas Rum.
Tim Juri pada kegiatan ini terdiri dari Prof. Dr. Herie Saksono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Anthonius Riva, SE., M.Si dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, dan Sofyan Mokoginta, SH., ME., selaku Sekretaris Daerah yang juga merupakan Juri kehormatan.