6.000 Anak Tidak Sekolah di Manado Difasilitasi Lewat Program GEMAMAKASE, Ditempatkan di Sekolah Revitalisasi dan Sekolah Rakyat

Penulis: Yasir  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Peter Assa menjelaskan mekanisme penjangkauan anak tidak sekolah melalui program GEMAMAKASE.

MANADO — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Peter Assa menyatakan seluruh ATS akan diidentifikasi, diverifikasi, dijangkau, dan difasilitasi agar kembali memperoleh layanan pendidikan melalui GEMAMAKASE. Program itu membuka jalur pendidikan formal maupun nonformal bagi anak yang selama ini berada di luar sekolah.

Data sekitar 6.000 ATS yang tersebar di 11 kecamatan dengan penduduk lebih dari 500 ribu jiwa itu tidak serta-merta ditempatkan di sekolah tertentu. Peter menegaskan setiap anak harus melewati validasi satu per satu sebelum penempatan ditentukan.

Mengapa 6.000 ATS Harus Divalidasi Satu per Satu

Validasi mencakup identitas, domisili, usia, riwayat pendidikan, status dalam Dapodik, penyebab tidak bersekolah, kondisi keluarga, kebutuhan khusus, serta kesiapan anak dan keluarga untuk kembali mengikuti pendidikan. Dari proses itu, petugas melakukan penjangkauan dan asesmen untuk menentukan layanan pendidikan yang paling sesuai.

"Ya kita akan indentifikasi dan verifikasi dan jangkau serta fasilitasi semua lewat program GEMAMAKASE," kata Peter kepada wartawan Sulutnews.com di Manado.

Penempatan anak, lanjut dia, mempertimbangkan usia, riwayat pendidikan, kebutuhan, domisili dan aksesibilitas, daya tampung, jumlah rombongan belajar, ketersediaan guru, serta sarana dan prasarana sekolah yang tersedia.

Sekolah Revitalisasi Jadi Pilihan Selama Sesuai Kebutuhan Anak

Sekolah yang telah direvitalisasi Kemendikdasmen tetapi masih kekurangan siswa dapat menjadi salah satu pilihan, sepanjang sesuai dengan kebutuhan anak, jenjang pendidikan, lokasi tempat tinggal, daya tampung, dan ketentuan yang berlaku. Peter menekankan tujuannya bukan sekadar memenuhi daya tampung sekolah.

"Mereka harus dijangkau dan didampingi hingga kembali bersekolah," ujarnya.

Menurut Peter, sasaran akhirnya adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang tepat dan mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan. Sekolah Rakyat juga disiapkan sebagai alternatif bagi anak yang memenuhi sasaran dan persyaratan sesuai ketentuan program.

Kepala Sekolah Siap Jemput Anak di Sekitar Lingkungan Sekolah

Sejumlah sekolah penerima revitalisasi dari Kemendikdasmen jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, menyatakan siap menampung siswa karena masih kekurangan murid. Kepala TK Negeri 18 Tumumpa, Sonya Rumondor, menyebut pihaknya akan menjemput anak-anak di sekitar sekolah yang sudah usia sekolah tetapi tidak bersekolah.

Hal serupa disampaikan Kepala SMP Kristen Tikala Ares, Nova Ratunuman, dan Kepala SMP Kristen Zaitun Karombasan, Silvana Dondo. Keduanya mengaku jumlah siswa masih kurang meski sekolah mereka sudah mendapat program revitalisasi.

"Kami siap jemput anak anak yang tidak bersekolah," kata Nova dan Silvana.

GEMAMAKASE Tidak Berhenti di Pendataan

Program GEMAMAKASE menempatkan pendataan sebagai langkah awal, bukan tujuan akhir. Alurnya memastikan anak ditemukan, keluarganya dijangkau, permasalahannya dipahami, intervensinya ditentukan, lalu anak dikembalikan ke layanan pendidikan yang paling sesuai.

Peluncuran aplikasi GEMAMAKASE digelar di Aula Kota Manado. Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang dalam kegiatan itu menyebut sekitar 6.000 ATS di Kota Manado tersebar di 11 kecamatan.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, anak yang masih dapat dikembalikan ke pendidikan tidak boleh dibiarkan berada di luar sekolah. Proses penjangkauan dan pendampingan berjalan hingga anak benar-benar kembali mengikuti layanan pendidikan.

Reporter: Yasir
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top