SULAWESI UTARA — PT Telkom Indonesia bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo melakukan pemeliharaan jaringan internet berkala di Lapas Kelas III Geser, Maluku, Selasa (6/10/2026). Langkah ini menyasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang kerap terkendala konektivitas. Pemeliharaan ini menjaga layanan administrasi dan hak digital warga binaan tetap berjalan.
Paragraf pembuka: Pemeliharaan dilakukan lewat skema preventive maintenance atau perawatan pencegahan, dengan tujuan mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Geser, Yusuf Kilkoda, turun langsung berdiskusi dengan tim teknis untuk menyelaraskan jadwal dan aspek teknis perawatan infrastruktur. Kegiatan ini menyasar perangkat vital seperti router, modem, dan stabilisator daya.
Lapas Geser menerapkan strategi interkoneksi komplementer untuk menyiasati tantangan geografis di wilayah 3T. Selain jaringan utama dari Telkom-BAKTI, lapas telah memasang Starlink melalui pengadaan Barang Milik Negara.
Kedua jaringan bekerja dengan sistem pembagian beban kerja. Jaringan Telkom-BAKTI dioptimalkan untuk aplikasi krusial dan sensitif yang butuh latensi stabil, seperti Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) terpusat. Starlink menampung aktivitas dengan kebutuhan besar sekaligus menjadi koneksi cadangan otomatis.
"Jika jaringan utama terkendala cuaca buruk atau gangguan teknis, operasional Lapas tidak akan lumpuh," ujar Yusuf.
Perwakilan teknisi Telkom, Yudha Bukhari, menjelaskan bahwa pemeriksaan komprehensif ini dilaksanakan secara berkala tanpa mengenakan biaya tambahan kepada pihak penerima manfaat.
"Jika terjadi kendala teknis atau penurunan kualitas sinyal di kemudian hari, tim respons cepat kami siap melakukan penanganan darurat," tegas Yudha.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menilai kolaborasi ini sebagai bukti bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima. Ia menyebut sinergi segitiga antara Lapas Geser, Telkom, dan BAKTI sebagai manifestasi kepedulian negara terhadap pelayanan publik di daerah terpencil.
"Dengan dukungan jaringan internet yang andal, optimalisasi Sistem Database Pemasyarakatan serta implementasi aplikasi online lainnya dapat terwujud secara transparan, modern, dan akuntabel," pungkas Nober.
Yusuf menegaskan bahwa integrasi teknologi yang andal merupakan fondasi utama efektivitas kerja di Lapas Geser. Konektivitas internet yang stabil dinilainya sebagai urat nadi dalam menyusun laporan administrasi dan memfasilitasi layanan digital operasional.
Sebagai unit pelaksana teknis di wilayah 3T, Lapas Geser kini bergantung pada jaringan internet untuk menjalankan program pelayanan berbasis digital. Kolaborasi strategis antara Telkom sebagai penyedia infrastruktur utama dan BAKTI sebagai penggerak pemerataan digital menjadi kunci.
Melalui integrasi komitmen dan kolaborasi strategis ini, Lapas Geser optimistis dapat terus menekan disparitas digital, sekaligus mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, adaptif, dan inklusif.