Pertamina Dukung Bank Sampah Putri Nyale, Sampah Mandalika Kini Bernilai Rupiah

Penulis: Yasir  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:18:01 WIB
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita meninjau Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10).

SULAWESI UTARA — PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan motor listrik roda tiga dan tempat penampungan sampah besar ke Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini menyasar pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika yang volumenya melonjak saat gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Paragraf pembuka: Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita meninjau langsung Bank Sampah Putri Nyale pada Jumat (9/10). Menurut Arya, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan warga sekitar Mandalika.

Dari Sampah ke Rupiah

Bank sampah berperan mendorong warga memilah dan mengolah sampah. Sampah anorganik diubah menjadi produk bernilai jual, sedangkan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk.

"Kebersihan lingkungan dan daerah wisata saling terkait, karena kalau daerahnya bersih, wisatawan akan senang hadir. Dengan adanya Bank Sampah ini, kami turut mengedukasi masyarakat sekitar untuk bisa memberikan nilai tambah, dan menghasilkan nilai rupiah yang tidak kecil dan bermanfaat bagi mereka," ujar Arya.

Kendaraan Listrik Perluas Jangkauan

Bantuan motor listrik roda tiga membuat pengelola bank sampah menjangkau warga di 20 dusun yang tersebar di Desa Kuta. Sebelumnya, keterbatasan kendaraan membuat pengangkutan sampah belum optimal.

Ketua Bank Sampah Putri Nyale Hanila menyebut permintaan penjemputan sampah di kawasan Mandalika terus meningkat, terutama saat event berlangsung. "Di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah juga meningkat, kami jadi terbantu untuk mengangkut dan memilah sampah," tutup Hanila.

Sempat Terhenti Tiga Tahun Lalu

Bank Sampah Putri Nyale berdiri pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta, yang kala itu belum punya fasilitas pemilahan dan pemrosesan memadai. Warga diajak memilah sampah agar lingkungan lebih bersih dan nyaman.

Operasional bank sampah sempat terhenti pada 2023 akibat kendala pasokan air dari sumur bor dan keterbatasan fasilitas. Berkat kolaborasi berbagai pihak, kegiatan kembali berjalan dan berkelanjutan.

"Pertamina kemudian hadir memberikan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah elektrik, tempat sampah berukuran besar. Hal ini sangat membantu untuk kegiatan Bank Sampah Putri Nyale," ujar Hanila.

Penutup: Dukungan Pertamina menyambung peran bank sampah sebagai infrastruktur kebersihan kawasan wisata Mandalika. Bagi warga Desa Kuta, sampah yang dulu menumpuk kini punya jalur angkut dan nilai jual yang lebih jelas.

Reporter: Yasir
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top