Pengurus Wilayah Pemuda Muslim Sulawesi Utara bersama Keluarga Besar BKPRMI Sulut menggelar aksi bersih pantai di pesisir Kota Manado dengan melibatkan puluhan relawan. Aksi kolaborasi bersama salah satu retail modern itu mengumpulkan sekitar 125 kilogram sampah plastik dari kawasan pantai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat sinergi organisasi kepemudaan dengan dunia usaha.
MANADO — Aksi bersih pantai yang digelar PW Pemuda Muslim Sulut dan KB BKPRMI Sulut menyasar kawasan pesisir Kota Manado. Puluhan orang terlibat dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan pantai tersebut. Sampah plastik yang terkumpul mencapai sekitar 125 kilogram.
Ketua PW Pemuda Muslim Sulut Gilang Ramadan Hiola menyebut aksi ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga bumi tetap bersih menjadi tanggung jawab bersama.
"Kami melakukan ini sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan dan menjaga bumi tetap bersih," kata Gilang.
Gilang menjelaskan kegiatan tersebut merupakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan ekosistem laut di pesisir pantai Kota Manado. Ia juga menyebut pihaknya selalu memanfaatkan peluang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program lingkungan.
PW Pemuda Muslim Sulut menggandeng salah satu retail modern dalam aksi bersih pantai tersebut. Gilang menilai mitra usaha itu memiliki visi yang sama soal kepedulian terhadap lingkungan.
"Tentunya kami satu visi dengan retail modern soal kepedulian terhadap lingkungan, kami mengapresiasi program bersama ini. Selain memperkuat organisasi ini juga menjaga pantai di Manado agar tetap terawat," ujarnya.
Kolaborasi semacam ini, kata Gilang, tidak hanya berdampak pada kebersihan pantai. Kerja sama tersebut juga memperkuat jejaring organisasi kepemudaan dengan sektor swasta di daerah.
Ketua KB BKPRMI Sulut Suryanto Muarif menegaskan pelestarian lingkungan di Kota Manado tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Semua elemen masyarakat, menurutnya, punya peran yang sama.
"Kami adalah bagian dari masyarakat yang mau melihat pantai di Manado bebas dari sampah plastik," kata Suryanto.
Pernyataan itu menegaskan posisi organisasi kepemudaan dan keagamaan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kebersihan ruang publik. Aksi bersih pantai menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung mereka di lapangan.
Branch Manager Alfamidi Manado Markus Nurdianto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, tujuan kegiatan sejalan dengan upaya menjaga ekosistem laut.
"Dari kami Alfamidi berterima kasih kepada PW Pemuda Muslim Sulut dan KB BKPRMI Sulut atas kolaborasi yang terbangun," kata Markus.
Markus menjelaskan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perseroan. Program tersebut berfokus pada kelestarian alam sekitar, termasuk kawasan pesisir.
Aksi bersih pantai di Manado ini menambah daftar kegiatan kolaboratif antara komunitas dan pelaku usaha di Sulawesi Utara. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada satu kali kegiatan, tetapi berlanjut menjadi program rutin menjaga kebersihan pantai.