Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memastikan ketersediaan beras di provinsi berpenduduk lebih 2,7 juta jiwa itu mencapai 34.602 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Pemprov Sulut memperkuat stabilisasi pangan melalui Gerakan Pangan Murah yang telah digelar di 417 titik hingga minggu pertama Oktober 2026, plus subsidi tujuh komoditas menjelang Natal dan tahun baru.
MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan stok beras di wilayahnya saat ini berada di angka 34.602 ton. Jumlah itu dinilai cukup menutup kebutuhan pangan masyarakat seiring potensi kenaikan konsumsi menjelang akhir tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur di Manado, Sabtu, menanggapi dinamika iklim dan ancaman fenomena El Nino yang dapat mempengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan. Pemerintah provinsi bergerak menjaga stabilitas pasokan agar warga tetap punya akses terhadap kebutuhan pokok.
Fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah daerah memperketat pemantauan produksi pangan. Dampaknya bisa menekan hasil panen sejumlah komoditas, termasuk beras, jika tidak diantisipasi lebih awal.
"Di tengah dinamika iklim dan ancaman fenomena El Nino yang dapat mempengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan, kami memastikan kondisi stok beras di Sulawesi Utara saat ini tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat," ujar Gubernur.
Ketersediaan beras menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan. Gubernur menekankan masyarakat harus tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok, terutama saat permintaan biasanya naik menjelang akhir tahun.
Pemprov Sulut menjalankan strategi stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah. Hingga minggu pertama Oktober 2026, program tersebut telah dilaksanakan di 417 titik dan akan terus diperluas.
GPM menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Jangkauan program ini menjadi salah satu andalan pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus memperkuat langkah stabilisasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM)," ujar Gubernur.
Menghadapi Natal dan tahun baru, Pemprov Sulut menyiapkan langkah antisipasi berupa subsidi terhadap tujuh komoditas pangan. Ketujuhnya adalah minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabai rawit, dan telur ayam.
Subsidi itu menyasar komoditas yang permintaannya melonjak saat perayaan akhir tahun. Langkah ini melengkapi operasi pasar yang sudah berjalan lewat GPM.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus memastikan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok," kata Gubernur.
Rangkaian kebijakan pangan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pemprov Sulut juga memposisikannya sebagai fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.