SULAWESI UTARA — Jaecoo J5 mencatat penjualan wholesales 26.535 unit sepanjang 2026 menurut data Gaikindo, angka yang membuat Chery percaya diri memperluas lini merek di Indonesia. Model listrik berbanderol Rp 200-300 jutaan ini bersaing langsung dengan mobil bermesin konvensional di daftar terlaris bulanan. Di balik klaim optimistis itu, Chery mengakui masa awal kehadirannya di Tanah Air tidak selalu mulus.
Empat merek sudah beroperasi di bawah Chery Grup Indonesia: Chery, Omoda Jaecoo, Lepas, dan iCar. Satu lagi menyusul, Luxeed, yang disebut akan segera hadir. Penambahan merek itu bukan tanpa alasan.
Executive Vice President of Chery International Chen Chungqing menyebut penjualan menjadi dasar kepercayaan diri perusahaan. Pernyataan itu disampaikan di Grand Square Hotel, Wuhu, Minggu (18/10/2026), dalam sesi bersama media termasuk dari Indonesia.
Data Gaikindo yang dihimpun menyebut Jaecoo J5 menembus 26.535 unit secara wholesales sepanjang tahun 2026. Angka itu menempatkan J5 sebagai salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia.
Yang membuat torehan ini menarik: J5 ikut bersaing dengan mobil bermesin konvensional, bukan hanya sesama EV. Model ini masuk deretan mobil terlaris Indonesia setiap bulannya, setidaknya berdasarkan data yang sama.
Chen mengaitkan popularitas J5 dengan peran Jim Ma sebagai Business Unit Director Jaecoo Indonesia. "Di bawah kepemimpinan Jim Ma, Jaecoo J5 kami sangat populer di Indonesia," ucap Chen.
Selain J5, Chery Q menjadi andalan kedua di pasar lokal. Keduanya bermain di segmen harga Rp 200-300 jutaan, rentang yang disebut Chen sebagai pasar gemuk.
Segmen itu memang jadi rebutan banyak merek, baik EV maupun ICE. Menempatkan dua model di rentang harga yang sama menunjukkan Chery menargetkan volume, bukan positioning premium.
Chen tidak memerinci proyeksi penjualan maupun target pangsa pasar. Ia hanya menyatakan keyakinan bahwa bisnis di Indonesia akan terus tumbuh.
Struktur multi-merek Chery di Indonesia saat ini mencakup Chery, Omoda Jaecoo, Lepas, dan iCar, dengan Luxeed menyusul. Buat calon pembeli, ini berarti satu grup menawarkan beberapa lini produk dengan positioning berbeda.
Risikonya ada di sisi lain: jaringan layanan purna jual harus ikut mengejar jumlah merek. Semakin banyak merek, semakin rumit konsumen membedakan mana yang dapat layanan resmi penuh dan mana yang masih dalam tahap pengembangan jaringan.
Chen tidak hanya bicara soal capaian. Ia mengakui perjalanan Chery di Indonesia tidak selalu lancar.
"Setelah hadir di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, kami juga terkadang mengalami kesulitan tapi kami juga sukses. Namun pada akhirnya kita akan lebih sukses," tuturnya.
Pengakuan itu jujur, meski tanpa detail kesulitan apa yang dimaksud. Tidak disebut apakah soal penetrasi pasar, layanan purna jual, atau penerimaan konsumen terhadap merek baru.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan Jaecoo J5 atau Chery Q, angka 26.535 unit menunjukkan model ini bukan produk pinggiran. Ketersediaan suku cadang dan bengkel resmi punya peluang lebih baik dibanding merek dengan volume kecil.
Namun volume bukan ukuran kepuasan pemilik. Sebelum memutuskan, cek pengalaman pemilik di forum komunitas, biaya servis berkala, dan cakupan garansi baterai. Chery jelas ingin tampil percaya diri di Indonesia, dan angka penjualan mendukung narasi itu, setidaknya untuk J5.