MANADO — Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara Haposan Silalahi ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon menyorot langsung kondisi wisma hunian dan lingkungan tempat tinggal anak binaan. Peninjauan dilakukan agar proses pembinaan berlangsung aman, nyaman, dan humanis.
Haposan menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan ruang untuk membangun karakter dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
"Kami selalu mendorong agar warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik," kata Haposan saat mengunjungi LPKA Kelas II Tomohon.
Anak binaan diharapkan tetap semangat belajar, disiplin, bertanggung jawab, dan tidak kehilangan harapan untuk meraih cita-cita ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara menyatakan komitmennya mendorong pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan. Sinergi antara pimpinan dan jajaran pelaksana dinilai menjadi kunci agar setiap anak binaan mendapat kesempatan memperbaiki diri dan mengembangkan potensi.
"Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara terus berkomitmen mendorong pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan," ujarnya.
Dengan begitu, anak binaan diharapkan mampu menata masa depan dengan lebih optimistis setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala LPKA Tomohon Novian Endus Santoso menyebut kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi anak binaan.
"Momentum ini diharapkan semakin memperkuat semangat petugas dalam menjalankan tugas, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang lebih baik dan berorientasi pada masa depan anak," katanya menambahkan.
Peninjauan wisma hunian menjadi bagian dari upaya memastikan lingkungan tempat tinggal anak binaan tetap mendukung proses pembinaan yang aman, nyaman, dan humanis.