SULAWESI UTARA — BPI Danantara mulai membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia sejak kemarin dan hari ini, Kamis (22/10/2026), memanfaatkan koreksi IHSG pekan lalu. Langkah ini diambil setelah MSCI mengumumkan konsultasi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia ke standalone market.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan pembelian saham dilakukan dengan mempertimbangkan aspek fundamental perusahaan tercatat. Aksi borong berlangsung di tengah tekanan yang menimpa IHSG pasca pengumuman MSCI.
Pandu menegaskan pihaknya tidak membatasi diri pada sektor tertentu. Selama valuasi masih menarik dan prospek bisnisnya baik, Danantara akan terus menambah kepemilikan.
Pandu tidak merinci emiten mana saja yang masuk keranjang pembelian. Ia hanya menyebut saham-saham yang dinilai atraktif dan punya prospek bagus menjadi sasaran utama.
"Jadi per kemarin, hari ini, kita sudah membeli saham-saham yang ada yang menurut kami atractive, dan kita akan terus (koleksi) selama value itu menarik dan punya prospek yang baik," kata Pandu saat ditemui awak media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan awak media. Danantara belum mengungkap nilai transaksi maupun jumlah saham yang telah dibeli.
MSCI sebelumnya mengumumkan konsultasi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia ke standalone market. Pengumuman itu memicu koreksi IHSG pada pekan lalu dan mendorong aksi jual investor asing.
Menurut Pandu, keputusan MSCI tidak sejalan dengan kondisi riil perusahaan tercatat di Indonesia. Ia menilai masih banyak emiten, terutama perusahaan pelat merah di sektor keuangan, yang fundamental bisnisnya sehat.
Pandu mempertanyakan dasar penilaian MSCI yang dinilai tidak menggambarkan kondisi utuh pasar modal Indonesia. Perusahaan BUMN sektor keuangan menjadi contoh yang ia soroti karena kinerja bisnisnya tetap baik.
Aksi Danantara memberi sinyal bahwa ada pembeli besar di pasar saat tekanan jual meningkat. Bagi investor ritel, kehadiran dana institusi negara bisa menjadi penopang harga saham yang fundamentalnya kuat.
Namun, pembelian Danantara belum tentu langsung mengangkat IHSG ke zona hijau secara permanen. Pasar masih menunggu hasil konsultasi MSCI dan arus keluar dana asing.
IHSG sendiri terpantau menghijau menjelang penutupan sesi I, Kamis (22/10/2026), setelah koreksi pekan lalu. Penguatan indeks terjadi di tengah aksi koleksi saham oleh Danantara.
Langkah Danantara mencerminkan peran sovereign wealth fund dalam menstabilkan pasar di saat sentimen eksternal menekan. Jika valuasi tetap menarik, pembelian bisa berlanjut dan menjadi bantalan bagi IHSG menghadapi tekanan lanjutan.