Pencarian

IHSG Trading Halt 8,01% Imbas Rencana MSCI, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp 760 T

Jumat, 16 Oktober 2026 • 09:20:01 WIB
IHSG Trading Halt 8,01% Imbas Rencana MSCI, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp 760 T
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10) hingga memicu trading halt.

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 8,01% ke level 5.393 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10) hingga memicu trading halt. Pemicunya, rencana Morgan Stanley Capital International menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Kapitalisasi pasar BEI menyusut Rp 760 triliun dibandingkan posisi Kamis (15/10).

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham pagi ini setelah IHSG ambruk 8,01%. Pada pukul 09.00 WIB, nilai transaksi baru mencapai Rp 922,33 juta dengan volume 5,36 juta saham dan frekuensi 105,72 ribu kali. Kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI tercatat Rp 9.538 triliun, turun tajam dari Rp 10.298 triliun sehari sebelumnya.

Seluruh Sektor di Zona Merah, Infrastruktur Paling Terpukul

Dari sebelas sektor yang tercatat di BEI, tidak ada satu pun yang bertahan di zona hijau. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam hingga 11,57%.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu yang paling tertekan dengan anjlok 14,80% ke Rp 1.900. Tekanan jual melanda hampir seluruh saham berkapitalisasi besar.

BEI Minta Klarifikasi ke MSCI

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung kepada MSCI soal dasar penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan disebut telah menjalankan sejumlah langkah perbaikan menyangkut transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal.

"BEI menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang dimilikinya. Namun demikian, dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut," ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Jeffrey menambahkan, berbagai perbaikan yang dilakukan otoritas pasar modal sudah mendapat respons positif dari investor global dan lembaga penyedia indeks internasional. Respons itu dinilai mencerminkan komitmen pemangku kepentingan dalam memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

Konsultasi MSCI Masih Berjalan, Keputusan Final 2027

BEI menegaskan, pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 masih berstatus konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi. Pelaku pasar diberi ruang menyampaikan masukan hingga 30 April 2027. Dengan begitu, belum ada keputusan final soal perubahan status pasar saham Indonesia.

MSCI menjadwalkan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027. Lembaga itu juga menahan sejumlah perubahan terkait indeks saham Indonesia sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Alasan di Balik Rencana Reklasifikasi

Konsultasi MSCI dibuka menyusul kekhawatiran investor soal kelayakan investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. MSCI menyoroti struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

BEI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perdagangan efek berlangsung teratur, wajar, dan efisien. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks