MANADO — Surat Keputusan bernomor 88/SK/DPP.PD/X/2026 menjadi dasar perpanjangan masa jabatan Mor Dominus Bastiaan atau yang akrab disapa MOR di kursi pimpinan Partai Demokrat Sulawesi Utara. Keputusan AHY tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat respons positif dari kader di tingkat kota.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado Nortje Vanbonne menyatakan dukungannya terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, MOR dikenal sebagai sosok yang tulus dan memiliki kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Sejumlah kader Demokrat di Sulawesi Utara menilai MOR memiliki karakter kepemimpinan yang rendah hati. Sikap itu dinilai membuatnya mampu merangkul kader dari berbagai latar belakang.
Komitmen dalam membesarkan partai juga menjadi pertimbangan tersendiri. Bagi kader, rekam jejak tersebut menjadi alasan mengapa kepercayaan AHY dinilai tepat diberikan kembali kepada MOR.
Nortje Vanbonne, yang juga legislator Kota Manado, menyebut karakter rendah hati sebagai modal penting bagi seorang pemimpin partai. Modal itu dibutuhkan untuk membangun kebersamaan dan menjaga soliditas organisasi.
Dukungan dari DPC Kota Manado menyasar langsung pada upaya menjaga kekompakan internal. Soliditas organisasi dianggap sebagai prasyarat agar Partai Demokrat Sulawesi Utara tetap solid menghadapi agenda politik ke depan.
Perpanjangan jabatan MOR melalui SK DPP menutup spekulasi soal arah kepemimpinan partai di provinsi tersebut. Kader di daerah kini memiliki kepastian struktur untuk menjalankan program dan konsolidasi.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari MOR maupun pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara soal agenda lanjutan pasca-perpanjangan jabatan. Dukungan kader di tingkat kota menjadi sinyal awal bahwa keputusan DPP diterima di basis organisasi.