BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG 2 November, Market Cap Tetap Rp 9.441 Triliun

Penulis: Ragil  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:49:01 WIB
BEI memastikan pencabutan 81 saham HSC dari perhitungan IHSG per 2 November 2026 tidak memangkas kapitalisasi pasar bursa.

SULAWESI UTARA — Bursa Efek Indonesia memastikan pencabutan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG per 2 November 2026 tidak memangkas total kapitalisasi pasar bursa. Meski kapitalisasi 81 emiten itu mencapai 30% dari total, bobotnya dalam indeks hanya sekitar 18%. BEI menilai IHSG akan lebih kredibel tanpa saham-saham tersebut.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan, penghapusan saham HSC dari IHSG tidak mengurangi kapitalisasi pasar bursa karena perhitungannya tetap mencakup seluruh saham yang tercatat. Data BEI secara intraday menunjukkan kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.441 triliun, sementara IHSG turun 0,22% ke level 5.361 dibanding penutupan sebelumnya.

"Adapun market cap dihitung dari semua saham, termasuk HSC," ujar Iding dalam keterangannya.

Bobot 18% di IHSG, tapi 30% dari Kapitalisasi Pasar

Angka yang beredar memang membingungkan sebagian pelaku pasar. Infografis yang ramai diperbincangkan menyebut 80 saham HSC mencakup sekitar 28,78% dari total kapitalisasi pasar per 16 Oktober 2026, sementara BEI menyatakan bobot saham HSC terhadap IHSG hanya sekitar 18%.

Analis pasar modal Hendra Wardana menduga selisih itu muncul karena basis perhitungan berbeda, yakni kapitalisasi pasar total dibandingkan bobot dalam indeks setelah penyesuaian saham beredar. Dia menegaskan dugaan tersebut bukan penjelasan resmi, sehingga BEI perlu merinci metodologi perhitungannya.

Hasil Backtest: Tidak Ada Lonjakan, Indeks Lebih Kredibel

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa telah melakukan backtest untuk mengukur dampak penghapusan saham HSC terhadap pergerakan IHSG. Hasilnya, pengeluaran saham-saham itu diperkirakan tidak memicu penurunan indeks secara drastis.

Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kembali ke saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG. Dengan begitu, pergerakan indeks selanjutnya bergantung pada perubahan harga saham-saham yang tersisa.

"Kami sudah melakukan backtest bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI.

Saham HSC Dinilai Jadi Beban Indeks

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memproyeksikan IHSG berpotensi naik ke level 5.925 dalam jangka panjang. Proyeksi itu mengacu pada posisi IHSG di kisaran 4.997 pada penutupan perdagangan 19 Oktober 2026.

Harry menilai saham-saham HSC selama ini menekan indeks karena penurunannya paling dalam. Pengeluaran saham tersebut dari perhitungan IHSG berpotensi membuat pergerakan indeks terlihat lebih baik.

"Kan HSC stocks drop-nya paling banyak, jadi kalau dikeluarkan, indeks kita naik. Saham HSC paling besar menurunkan indeks," ujar Harry.

Risiko Teknis dan Batas Kewenangan BEI

Hendra mengingatkan, indeks yang lebih representatif tidak otomatis membuat harga saham menjadi lebih wajar. Saham HSC tetap diperdagangkan, sehingga risiko pergerakan harga terkoordinasi tidak hilang. Kebijakan baru hanya membatasi dampak pergerakan saham tersebut terhadap IHSG.

Dalam jangka pendek, penyesuaian komposisi indeks bisa memicu gejolak teknis, terutama saat pengelola dana yang mengikuti IHSG menyesuaikan portofolio. Sebelumnya, BEI juga telah mengeluarkan saham HSC dari sejumlah indeks unggulan seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

Di sisi lain, BEI menyiapkan langkah pengawasan lanjutan. Bursa akan mengumumkan indikasi awal investigasi terhadap dugaan pelanggaran di pasar modal, dengan koordinasi bersama OJK, termasuk membatasi atau menghentikan sementara aktivitas rekening efek tertentu. Pemeriksaan juga menyasar anggota bursa dan transaksi melalui perantara tersebut, dengan target berjalan awal bulan depan.

Reporter: Ragil
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top