SULAWESI UTARA — Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 akan berlangsung 20-29 November 2026 di ICE BSD City dengan target penjualan roda dua nasional 6,5-6,7 juta unit — proyeksi tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Sebanyak 15 merek motor hadir di area 15.000 meter persegi, dari Honda hingga Harley-Davidson, dengan tiket masuk yang memberi akses ke test ride dan kompetisi modifikasi.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan angka itu sebagai barometer pasar, bukan sekadar hitungan peserta pameran. Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2026, Yosef Utama, menyebut proyeksi tersebut sebagai yang tertinggi sejak 2015.
Pengunjung perlu tahu satu hal sebelum datang: IMOS tahun ini digelar sepuluh hari penuh, lebih panjang dari edisi sebelumnya. Area pameran mencakup seluruh indoor, prefunction, dan outdoor Hall 9 serta Hall 10 ICE BSD City.
Daftar peserta tahun ini cukup lengkap. Ada Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, Alva, BMW Motorrad, Dibao EV, Harley-Davidson, Italjet, Peugeot, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, dan Triumph.
Komposisinya menarik: merek bensin mendominasi, tapi segmen listrik diwakili Alva, Dibao EV, dan Polytron. Royal Enfield dan Triumph masuk kategori premium, sementara Harley-Davidson mengisi ceruk big bike.
Selain motor, lebih dari 60 merek industri pendukung ikut meramaikan — aksesori, apparel, pelumas, teknologi digital, dan suku cadang. Bagi yang datang untuk belanja part ketimbang lihat motor baru, ini bagian yang paling relevan.
Program Pesta Belanja IMOS berlangsung sepanjang pameran di booth prefunction Hall 10. Diskon diterapkan pada waktu tertentu setiap hari, jadi pengunjung yang datang pagi belum tentu dapat harga yang sama dengan yang datang sore.
Dua kontes modifikasi digelar di Hall 9. Ini biasanya jadi magnet bagi pengunjung yang datang untuk melihat karya builder lokal, bukan untuk membeli motor baru.
Area test ride ditempatkan di luar ruangan, samping Hall 10. Jalurnya dirancang menyerupai kondisi jalan sehari-hari, jadi pengunjung bisa merasakan performa dan kenyamanan motor sebelum memutuskan beli.
Program Mosride menggandeng sejumlah media otomotif. Peserta riding bersama dari titik kumpul yang ditentukan dan finis di lokasi pameran, sekaligus mengampanyekan keselamatan berkendara.
Yosef menyebut durasi sepuluh hari sebagai upaya memberi ruang lebih besar bagi pengunjung. "Tahun ini, IMOS hadir lebih lama, selama 10 hari penuh, untuk memanjakan para pecinta otomotif di Tanah Air," ujarnya dalam keterangan resmi.
Tema "Riding Towards a Sustainable Future" mengindikasikan porsi kendaraan listrik akan lebih ditonjolkan dibanding edisi sebelumnya. Tapi dengan hanya tiga merek EV dari total 15 peserta, dominasi motor bensin masih jelas terlihat.
Belum ada informasi harga tiket masuk dalam keterangan resmi yang diterima redaksi. Calon pengunjung sebaiknya memantau kanal resmi AISI atau IMOS menjelang tanggal pembukaan, karena harga tiket biasanya diumumkan mendekati hari-H.
Untuk yang berencana test ride, datang di hari kerja lebih masuk akal. Antrean di akhir pekan pada pameran sekelas IMOS biasanya panjang, dan waktu coba motor jadi lebih singkat.
Angka 6,5-6,7 juta unit yang diproyeksikan AISI bukan target kecil. Pasar motor Indonesia sempat tertekan beberapa tahun terakhir, dan proyeksi ini disebut sebagai yang tertinggi dalam sepuluh tahun.
IMOS diposisikan AISI sebagai penggerak pasar, bukan pameran biasa. "IMOS diharapkan membuahkan timbal balik untuk pertumbuhan pasar, bukan hanya sekedar pameran. Puncaknya bisa menggerakkan ekonomi bangsa kita," kata Yosef.
Bagi konsumen, sepuluh hari pameran berarti lebih banyak waktu membandingkan model antar merek dalam satu lokasi. Test ride, diskon aksesori, dan kontes modifikasi jadi tiga alasan utama datang selain melihat motor baru.