IHSG Melemah 0,13% Sepekan, TRUE Anjlok 33,33% dan Masuk Papan Pemantauan Khusus

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 07 November 2026 | 09:19:01 WIB
Saham TRUE anjlok 33,33% ke Rp20 dalam sepekan dan masuk papan pemantauan khusus BEI.

SULAWESI UTARA — Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) anjlok 33,33% ke Rp20 dalam sepekan, penurunan terdalam di Bursa Efek Indonesia. Tekanan terjadi setelah emiten properti itu tidak membukukan pendapatan sama sekali pada kuartal III-2026 dan masuk papan pemantauan khusus. IHSG sendiri hanya melemah 0,13% ke 5.050, tetapi sejumlah saham turun hingga dua digit.

Sepanjang pekan, harga TRUE merosot ke Rp20. Sejak awal tahun, saham ini sudah kehilangan 90,48% nilai pasar. Tidak ada pendapatan yang bisa menopang valuasi, sementara biaya operasional tetap berjalan.

TRUE: Tanpa Pendapatan, Harga Tinggal Rp20

Papan pemantauan khusus BEI diberlakukan untuk emiten dengan kondisi keuangan atau likuiditas tertentu. Bagi TRUE, status itu menutup ruang bagi investor institusi yang punya batasan internal membeli saham berstatus khusus.

Harga Rp20 menempatkan TRUE di level terendah di antara saham yang diperdagangkan di bursa. Dengan kapitalisasi yang menyusut drastis, likuiditas saham ini berpotensi makin tipis pada sesi-sesi berikutnya.

CBRE Terkoreksi 32,71%, Ekuitas Minus Rp145 Miliar

Di urutan kedua, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) terkoreksi 32,71% ke Rp360 dalam sepekan. Sejak awal 2026, harga saham CBRE sudah turun lebih dari 60%.

Laporan keuangan kuartal III-2026 menunjukkan CBRE membukukan rugi bersih Rp156 miliar. Akibatnya, ekuitas perseroan tercatat minus Rp145 miliar — posisi yang menandakan liabilitas melampaui total aset.

CBRE tercatat dimiliki oleh Gabriel Rey dan Andry Hakim. Struktur kepemilikan itu tidak banyak membantu menahan tekanan jual selama sepekan terakhir.

Dua Saham, Dua Masalah Keuangan yang Berbeda

TRUE dan CBRE sama-sama turun dua digit, tetapi akar persoalannya tidak identik. TRUE kehilangan pendapatan, sementara CBRE masih membukukan kerugian besar yang menggerus ekuitas hingga negatif.

Ekuitas negatif membuat CBRE masuk kategori yang perlu perhatian khusus dari sisi rasio keuangan. Emiten dengan posisi ekuitas minus biasanya menghadapi pertanyaan lebih ketat soal kelangsungan usaha dalam laporan auditor.

Tekanan IHSG Masih Terbatas

IHSG melemah 0,13% ke 5.050 dalam sepekan. Angka itu tergolong tipis dibanding penurunan TRUE dan CBRE, karena keduanya saham berkapitalisasi kecil yang bobotnya minim terhadap indeks.

Penurunan dua digit pada saham kecil lebih mencerminkan masalah spesifik emiten ketimbang sentimen pasar secara keseluruhan. Investor yang memegang saham di papan pemantauan khusus perlu mencermati likuiditas dan laporan keuangan berikutnya.

Bagi pelaku pasar, dua kasus ini menjadi pengingat bahwa risiko emiten dengan fundamental lemah tetap besar meski indeks bergerak relatif stabil. Pemantauan atas laporan kuartal IV-2026 akan menentukan apakah tekanan berlanjut.

Reporter: Yasir
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top