Pencarian

Penyeberangan Bitung–Lembeh Tutup Sebulan Mulai 6 Mei 2026

Rabu, 06 Mei 2026 • 14:29:39 WIB
Penyeberangan Bitung–Lembeh Tutup Sebulan Mulai 6 Mei 2026
KMP Tude resmi berhenti beroperasi selama satu bulan untuk perawatan docking tahunan mulai 6 Mei 2026.

BITUNG — Perumda Bangun Bitung secara resmi mengumumkan penghentian operasional Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tude melalui Surat Edaran Nomor 216/PUD.BB/V/2026. Langkah ini berdampak langsung pada akses transportasi laut yang menghubungkan daratan Bitung dengan Pulau Lembeh selama 30 hari ke depan.

Plt. Direksi Perumda Bangun Bitung, Veysco Dandel, menegaskan bahwa kapal tidak akan melayani penumpang maupun kendaraan hingga seluruh rangkaian proses perawatan di galangan selesai dilakukan. Jadwal docking ini merupakan prosedur wajib yang harus dipenuhi oleh operator kapal penyeberangan.

Alasan Perawatan: Menjamin Keselamatan dan Kelayakan Kapal

Perawatan tahunan atau docking ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya teknis untuk memastikan kondisi fisik dan mesin kapal tetap prima. Veysco menyebutkan bahwa proses ini telah dikoordinasikan secara intensif dengan pihak otoritas pelabuhan dan kementerian terkait.

“Terhitung sejak 6 Mei sampai 6 Juni 2026, KMP Tude menjalani docking tahunan. Untuk sementara belum dapat melayani penyeberangan,” ujar Dandel.

Ia menjelaskan bahwa docking merupakan perawatan wajib untuk memastikan keselamatan dan kelayakan kapal tetap sesuai standar. “Proses ini juga telah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,” katanya menambahkan.

Imbauan bagi Warga: Gunakan Transportasi Laut Alternatif

Mengingat pentingnya jalur Bitung–Lembeh bagi mobilitas warga dan distribusi logistik, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka. Selama KMP Tude berada di galangan, warga diarahkan untuk memanfaatkan moda transportasi laut lain yang tersedia di pelabuhan rakyat atau titik penyeberangan lainnya.

Plt. Direksi Umum Perumda Bangun Bitung, Julius Ondang, mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan aspek keamanan saat memilih transportasi alternatif. Langkah pemeliharaan ini justru dilakukan demi kenyamanan jangka panjang pengguna jasa KMP Tude.

“Masyarakat diharapkan bisa menggunakan alternatif transportasi laut lainnya selama docking berlangsung,” kata Ondang.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan. Setelah proses docking dinyatakan selesai dan kapal mendapatkan sertifikasi kelayakan kembali, operasional akan langsung dinormalisasi.

“Setelah selesai docking, KMP Tude ditargetkan kembali beroperasi normal melayani rute Bitung–Pulau Lembeh,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: detikmanado.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks