Pencarian

IHSG Anjlok 1% di Tengah Sektor Kesehatan Melonjak 5,57%, Saham BMRI Terpangkas 7%

Senin, 11 Mei 2026 • 11:05:01 WIB
IHSG Anjlok 1% di Tengah Sektor Kesehatan Melonjak 5,57%, Saham BMRI Terpangkas 7%
IHSG anjlok 1,07% di pembukaan perdagangan Senin, didorong pelemahan mayoritas sektor saham.

Sektor saham kesehatan justru memimpin penguatan di saat IHSG kembali terperosok ke zona merah pada awal pekan ini. Koreksi indeks utama terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah, dengan saham perbankan seperti BMRI menjadi salah satu pemberat utama.

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Senin (11/5/2026). Indeks utama bursa saham Indonesia itu anjlok 1,07% ke level 6.894 pada pukul 09.43 WIB, setelah dibuka tipis di zona hijau. Sebanyak 455 saham tercatat melemah, sementara hanya 184 saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Kok Bisa IHSG Anjlok Tapi Sektor Kesehatan Justru Terbang?

Fenomena ini menunjukkan pergerakan sektoral yang timpang. Di saat IHSG tertekan, sektor saham kesehatan mencatat kenaikan signifikan hingga 5,57%. Sektor infrastruktur juga ikut menguat 1,38%. Saham-saham seperti MEDS, KAEF, dan LABS menjadi motor penggerak di sektor ini, dengan kenaikan masing-masing di atas 23%.

Namun, sektor lainnya kompak memerah. Sektor energi menjadi yang paling terpukul dengan koreksi 2,36%, disusul sektor industri yang turun 1,53% dan sektor keuangan yang melemah 1,37%. Tekanan di sektor keuangan terutama berasal dari saham BMRI yang terpangkas hingga 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham, menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 756,8 miliar.

Tekanan di Sektor Energi dan Basic Materials

Koreksi terdalam juga terjadi di sektor basic materials yang turun 1,07% dan sektor transportasi yang melemah 1,08%. Saham-saham seperti NIKL yang merosot 13% dan ESIP yang turun hampir 15% masuk dalam jajaran top losers. Sektor properti dan teknologi juga tak luput dari tekanan, masing-masing turun 0,99% dan 0,42%.

Di tengah tekanan ini, nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 5,7 triliun dengan volume perdagangan 12 miliar saham. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.407, menambah sentimen negatif bagi investor asing.

Daftar Saham Paling Aktif dan Paling Tertekan

Selain BMRI, saham BUMI dan BRPT juga masuk dalam jajaran saham teraktif berdasarkan nilai transaksi. Saham BUMI mencatat transaksi Rp 336,4 miliar, sementara BRPT mencapai Rp 251 miliar. Dari sisi frekuensi, saham PADI menjadi yang paling sering diperdagangkan dengan 48.370 kali transaksi.

Saham-saham top gainers dikuasai oleh emiten sektor kesehatan seperti MEDS yang melesat 32,48%, IKPM naik 29,66%, dan LABS yang menguat 24,22%. Sementara itu, saham ESIP, ASPR, dan SHIP menjadi top losers dengan koreksi masing-masing di atas 14%.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?

Pergerakan IHSG yang volatil di awal pekan ini menunjukkan sentimen pasar yang masih terbelah. Di satu sisi, sektor defensif seperti kesehatan justru menjadi tempat pelarian modal. Di sisi lain, sektor siklikal seperti energi dan keuangan masih dibayangi tekanan eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas global. Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BMRI dan BBRI yang menjadi penentu arah indeks ke depan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks