Pencarian

IHSG Anjlok 2,06 Persen ke Level 6.584, Rupiah Tembus Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan

Senin, 18 Mei 2026 • 10:15:07 WIB
IHSG Anjlok 2,06 Persen ke Level 6.584, Rupiah Tembus Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan
IHSG dibuka turun 2,06 persen ke level 6.584,762 pada awal pekan ini.

JAKARTA — Tekanan di pasar keuangan Indonesia kembali terasa di awal pekan. IHSG langsung ambles ke level 6.584,762 pada pembukaan perdagangan, setelah sebelumnya di sesi preopening sudah menunjukkan tren negatif dengan turun 1,40 persen ke posisi 6.628,976.

Di saat bersamaan, rupiah tak kunjung menunjukkan perbaikan. Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 17.630. Mata uang Garuda melemah 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Bursa Asia Ikut Tertekan, China Jadi Satu-satunya yang Hijau

Pelemahan IHSG dan rupiah sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang kompak bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,02 persen ke 60.783,398. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga ambles 1,06 persen ke 25.688,230.

Singapura tak luput dari tekanan. Indeks Straits Times tercatat turun 0,32 persen ke 4.972,990. Satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau adalah indeks SSE Composite di China, yang naik tipis 0,06 persen ke level 4.137,790.

Apa Dampak Pelemahan IHSG dan Rupiah bagi Investor?

Koreksi tajam IHSG membuat nilai portofolio investor ritel terkoreksi dalam sekejap. Kerugian di atas kertas (unrealized loss) langsung membengkak seiring anjloknya harga saham-saham unggulan. Sementara itu, pelemahan rupiah ke level Rp 17.630 per dolar AS memberikan tekanan tambahan bagi emiten yang memiliki utang dalam mata uang asing.

Bagi investor yang berencana membeli dolar, pelemahan rupiah berarti harus merogoh kocek lebih dalam. Harga dolar AS yang terus naik juga berpotensi mendorong inflasi impor, terutama untuk bahan baku industri dan barang konsumsi.

Kapan Pasar Berpotensi Bergerak Positif Lagi?

Belum ada sentimen positif signifikan yang mampu mengangkat IHSG dan rupiah pada perdagangan hari ini. Pasar masih mencerna data ekonomi global dan sikap bank sentral AS yang cenderung hawkish. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan nilai tukar dan kebijakan Bank Indonesia dalam menstabilkan rupiah.

Para analis memperkirakan volatilitas masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Investor disarankan tidak panik dan tetap fokus pada fundamental emiten serta diversifikasi portofolio.

Bagikan
Sumber: kumparan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks