MANADO — Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum bagi BRI Manado untuk merefleksikan peran perusahaan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat. Dalam kegiatan yang digelar di kantor pusat cabang tersebut, jajaran manajemen dan karyawan mengikuti upacara dan doa bersama.
Pimpinan BRI Manado menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila ketiga dan keempat, selaras dengan semangat korporasi untuk terus membangun kolaborasi. Persatuan disebut sebagai kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial di wilayah timur Indonesia.
Mengapa Nilai Persatuan Jadi Fokus Utama?
Dalam sambutannya, pimpinan BRI Manado menekankan bahwa Sulawesi Utara adalah daerah dengan keragaman budaya dan agama yang tinggi. Menurutnya, perbankan sebagai lembaga kepercayaan publik harus menjadi contoh dalam merawat kebinekaan. “Kami ingin BRI tidak hanya menjadi mitra finansial, tetapi juga perekat sosial di masyarakat,” ujarnya.
Peringatan ini juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila dan pengibaran bendera merah putih. Seluruh karyawan yang hadir tampak mengikuti rangkaian acara dengan khidmat. Tidak ada sambutan panjang atau seremoni berlebihan, sesuai dengan arahan agar kegiatan berlangsung sederhana namun bermakna.
Apa Hubungannya dengan Perdamaian Dunia?
BRI Manado secara spesifik mengaitkan peringatan ini dengan isu perdamaian global. Dalam pernyataan resmi yang dibacakan, perusahaan menyebut bahwa stabilitas dan perdamaian di tingkat lokal berkontribusi langsung pada terciptanya tatanan dunia yang lebih baik. “Dari Manado, kami ingin menyuarakan bahwa perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil,” tambah pimpinan cabang.
Pesan ini dinilai relevan mengingat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia ke kawasan Asia Pasifik. BRI Manado berharap semangat gotong royong dan toleransi yang dirawat di internal perusahaan bisa menular ke nasabah dan masyarakat luas.
Kegiatan peringatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Tidak ada agenda lain seperti penyerahan bantuan atau pemotongan tumpeng. Acara berlangsung sekitar satu jam dan dihadiri oleh seluruh pegawai yang bertugas pada shift pagi.