MANADO — Nilai transaksi sebesar Rp1,88 triliun itu merupakan akumulasi dari nota kesepahaman dan kontrak dagang yang ditandatangani oleh puluhan pelaku usaha dari dua provinsi. Misi dagang ini berlangsung di Surabaya dan Manado secara bergantian selama kuartal pertama 2025.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen, menyebut komoditas unggulan yang mendominasi transaksi adalah kopra, ikan cakalang olahan, dan minyak kelapa murni (VCO) dari sisi Sulut. Sementara Jatim memasok produk elektronik, tekstil, dan bahan baku industri.
"Kami dorong agar produk Sulut bisa masuk ritel modern di Jawa Timur, begitu juga sebaliknya. Angka Rp1,88 triliun ini baru tahap awal," ujar Edwin dalam keterangan pers, Kamis (20/3).
Komoditas Lokal Jadi Primadona Ekspor
Dari total transaksi, sekitar 60 persen merupakan komitmen ekspor produk pertanian dan perikanan Sulut ke Jatim. Kopra dan VCO misalnya, dipesan oleh tiga perusahaan makanan dan minuman asal Surabaya dengan nilai kontrak Rp 420 miliar.
Ikan cakalang fufu dan abon ikan juga masuk dalam daftar pesanan. Pelaku UMKM dari Bitung dan Minahasa Utara menjadi pemasok utama untuk produk ini.
Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?
Edwin menambahkan, misi dagang ini membuka akses pasar baru bagi 87 UMKM binaan Pemprov Sulut. Sebelumnya, sebagian besar produk mereka hanya dipasarkan di pasar tradisional dalam provinsi.
"Dengan adanya kontrak ini, produksi kopra di Kabupaten Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow bisa naik 30 persen dalam setahun ke depan," jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim dan Sulut sepakat membentuk tim percepatan logistik untuk menekan biaya pengiriman antarwilayah yang selama ini menjadi kendala utama.
Langkah Selanjutnya: Perluas ke Komoditas Lain
Kedua pemda berencana menggelar misi dagang serupa pada semester kedua 2025 dengan fokus pada produk hilirisasi kelapa dan rumput laut. Forum ini juga akan melibatkan buyer dari luar negeri yang berminat pada produk Sulut.
Pemprov Sulut menargetkan nilai transaksi tahun ini bisa mencapai Rp 3 triliun jika kendala transportasi dan sertifikasi produk segera dirampungkan.